Terima kasih Tuhan karena telah mengijinkan ku melihat sisi terbaik darimu, yang mungkin belum muncul bertahun-tahun yang lalu. Sempat ku lihat wajahmu bagai 'orang suci' di sebuah gambar yang dijepret sejawatmu. Kau begitu bersinar, setelah menerima semua tempaan, cacian dan makian.
Tak hanya memandangmu yang kini mendamaikanku, tapi juga mendengar seluruh tumpahan kata dari mulutmu, atau membaca barisan kata yang kau ketik dengan kedua tanganmu. Aku tahu kau sungguh-sungguh. Kau juga mungkin tahu, aku pun sungguh-sungguh.
Semoga kita bisa terus bersama, hingga masa yang ditentukan detak jarum jam tak lagi menjadi batasan.
Damaiku-Damaimu
Damaimu-Damaiku
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu

















