Damaimu

25.12.10

Terima kasih Tuhan karena telah mengijinkan ku melihat sisi terbaik darimu, yang mungkin belum muncul bertahun-tahun yang lalu. Sempat ku lihat wajahmu bagai 'orang suci' di sebuah gambar yang dijepret sejawatmu. Kau begitu bersinar, setelah menerima semua tempaan, cacian dan makian.

Tak hanya memandangmu yang kini mendamaikanku, tapi juga mendengar seluruh tumpahan kata dari mulutmu, atau membaca barisan kata yang kau ketik dengan kedua tanganmu. Aku tahu kau sungguh-sungguh. Kau juga mungkin tahu, aku pun sungguh-sungguh.

Semoga kita bisa terus bersama, hingga masa yang ditentukan detak jarum jam tak lagi menjadi batasan.

Damaiku-Damaimu
Damaimu-Damaiku

Terlalu Pekat

3.12.10

Kini semuanya tak lagi sekadar berpusar di kepala. Aromamu bertambah pekat. Kenangan semakin melekat, bahkan di otakku yang tak terlalu baik dalam menyimpan dan mengingat.

Entah apa kau sanggup beranjak lagi. Jika kau tanyakan padaku, jawabanku, "Sepertinya tidak." Tolong tinggal sejenak, lupakanlah waktu, temani air mataku. Teteskan lara, merajut asa, menjalin mimpi, entaskan sepi-sepi. Kira-kira syair lagu itu yang bisa ku pinjam sementara.

Aku kehabisan kata. Jantungku tak berhenti melonjak-lonjak. Tanganku terlalu sibuk menangkap kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari. Aku masih melayang. Aku ada di awang-awang. Tolong jangan ingatkan aku tentang gravitasi. Aku masih ingin di sini. Sebentar lagi...

Sepanjang Semalam

24.11.10

Rasanya belum pernah aku dan kamu bicara sepanjang semalam dan rasanya begitu menentramkan. Aku seperti pulang..
Dan rasanya semesta tak menentang kita. Mereka membiarkan kita bicara dalam damai.

Pagi ini masih berurai air mata, bukan berduka, bukan karena sesal. Tapi karena aku merasa akan bisa pulang. Terima kasih untuk semua rasa yang telah kau ijinkan untuk aku kecap..

Sungguh aku belum pernah setentram ini...

Memorial Park

20.11.10

"Bandung bisa jadi memorial park buat kamu?" kata dia. Aku jawab, "Udah. Aku kan lewat jalan yang itu-itu juga."

Satu gedung lagi.. Jika ku langkahkan kaki ke dalamnya, semuanya mungkin tak akan lagi terasa biasa. Sama seperti beberapa tempat lain. Kita pernah singgah. Kita pernah ada di sana. Apalagi otak bagian memori sedang berlaku kejam padaku. Ia seringkali menghadirkan gambaran detil tentang bagaimana semua terlewati. Padahal beberapa bulan yang lalu, aku bukan orang yang peduli pada detil. Dan tak semua memori bisa 'melukai'. Tapi belakangan, kemunculannya cukup mampu 'membunuh'. Apa mungkin ada bagian otakku yang rusak? Hehehe..

***

And I've been through 3 days of summer.. Found those eyes, found the smile, found the face i recognized. And it didn't take my breath away. It gave me the air to breathe. The energy to wake up in the morning and continue my life. This is something called miracle from someone whom we gave him our heart.

Tomorrow remains a mystery.. But yesterday, we've created memories..

Happy Birthday!

13.11.10

This is the sweetest moment i remember in my birthday. Cell phone ringing in the middle of the night. And found the voice i recognize sang a birthday song gently.. yet half whispering..

He didn't give me the world. He didn't give me a doll/puppet. He didn't bring me a birthday cake or chocolate. He just sang a song for me from the distance. And it's enough for me. I know he cares so much.. 

And I don't have a reason to love him.. yet no reason not to love him..

*Happy birthday too Bintang.. RIP..

Rasa Kecut!

31.10.10

Aku belum tahu harus memulai cerita ini bagaimana. Aku hanya merasa terombang-ambing dalam ketidakpastian, yang akhirnya buatku susah untuk melangkah. Mengapa tiba-tiba nyaliku menciut? Mengapa aku tiba-tiba takut? Mungkinkah ini yang terjadi padamu dahulu? Kapankah kita teryakinkan? Mengapa justru perasaan yang muncul adalah "Aku melawan dunia". Lalu langkah kita menyurut..

Sore ini rasanya kecut dan aku merasa seperti pengecut...

***

19.10.10

Saat aku tak merasa apa-apa.. Kata-kata seperti bergema tanpa makna.. Lebih baik aku diam dan merenung sejenak. Semoga nanti ada yang terasa..

*Saat aku tak tahu judulnya apa, biarkan jadi bintang-bintang saja...

Ber-asa pada Semua

Hari ini, aku ini bertanya.. Apakah gedung-gedung tua menggemakan jejakku padamu? Bagaimana dengan angin, apakah semilirnya masih menyisakan bauku? Saat gerimis, masihkah ia berbisik padamu layaknya aku?

Aku berharap masih bersemayam di kepalamu...

*AsiaAfrika part-2

Kamu!

14.10.10

Rindu datang lagi dan aku berujar, "Ik verlang zo erg naar jou." Dan saat gerimis turun, aku menyebutnya, "Salju!" Kita tak pernah berhenti bicara satu sama lain rupanya.

Aku yakin kau tahu, kau adalah sesuatu untukku. Yang ku ingat dalam bahagia dan pilu. Yang ku lihat dalam nyata, juga sebagai bayangan saja. Yang ku genggam, ku lepaskan, ku dekap dan ku ikhlaskan.

Semoga Tuhan mendengar doa kita..

What If..

8.10.10

What if i answer. And what if i say, "I miss you." My prediction, you would still say sorry then goodbye. Still i'm the one who should fight this loneliness..

I'm Afraid of You

Aku takut, untuk menjawab sapamu. Aku takut, semua cuma jebakan atau semua cuma awal yang lagi-lagi akan berakhir pada sebuah permintaan. Kau sesungguhnya tak benar-benar ingin tahu kabarku. Kau hanya ingin aku menyingkir sejauh mungkin dari hidupmu. Agar kau tenang.. Kau aman..
Sejak awal ini semua bukan tentang kita, apalagi tentang aku. Ini semua tentangmu.. yang harus ku mengerti, ku sayangi dan kemudian kau tinggal pergi. Tahukah kau, aku ini manusia yang punya hati. Tolong jangan sakiti aku lagi..

Kita & Tetralogi Pramoedya

5.10.10

Dari situlah semua berawal. Saat kita sama-sama menikmati "Bumi Manusia" dan mabuk dengan manisnya cinta Minke dan Annelis Mellema (maaf jika aku salah eja). Hingga kita lekat dengan kalimat "Ik verlang zo erg naar jou". Saat bicara soal rindu yang membuncah dan berbanding lurus dengan tenggelamnya logika. Kau bahkan sempat bertanya di suatu hari dengan bahasa Pram, "Apakah aku pergi bersama Darsam?" Kau minta aku berhati-hati dan aku terus menghubungimu di hari itu. Kau tahu, akan ku catat itu sebagai kenangan manis kita berdua.

Tapi kita tahu, Pramoedya tak menulis kisah bahagia, seperti juga cerita kita. Dalam "Anak Semua Bangsa", Minke dan Ann mulai berderai air mata. Hingga mereka dipisahkan oleh anak manusia yang tak peduli arti cinta. Tak ada yang bisa dilakukan. Ann hanya menunggu waktunya tiba. Semua tak kan pernah sama, seperti saat ia ada berada dalam pelukanmu Minke.

Ann menyerah. Ia memilih untuk menghembuskan nafas terakhirnya. Dan kau Minke.. terus menjejak dan melangkah, hingga kau bertemu gadis Tionghoa, hidup bersamanya dan kembali merana saat penyakit menggerogoti tubuhnya. Ia wafat. Lagi-lagi kau berhadapan dengan kuasa takdir.

Setelah beberapa waktu, aku dan kau tak lagi sanggup meneruskan membaca "Rumah Kaca". Karena di sana tak ada lagi kita. Kita sudah selesai! Kita sudah memutuskan untuk berhenti di "Jejak Langkah". Tepat seperti kita saat ini, melangkah berlawanan arah. Kita cuma dua manusia yang berjalan di atas bumi, menjadi anak bangsa, meninggalkan jejak dan terus melangkah.

Terlalu rumit untuk bicara cinta. Kini masih tersisa dan terucap "Ik verlang zo erg naar jou".. di sela hari dan nafas yang berhembus..
*Mari bicara dalam bahasa kita berdua..

Racauan Tengah Malam

Sudah hampir tengah malam dan mata belum juga terpejam. Sudah hampir sembilan bulan, tapi terus saja berlinang air mata. Mengapa terus saja aku peduli dan cemas untukmu yang menyingkirkanku dengan mudah dari jalan hidupmu. Dan tak cukup dengan itu, kau juga hamburkan kata-kata pedas, tak pantas, yang masih menikam tepat di jantungku, saat ku ulangi dalam kepala.

Sudah tahu pedih, sudah tahu pilu, tapi tetap saja aku tak beranjak dari situ. Masih berdiri di bibir jurang dan tak berhenti berpikir, apakah harus melompat atau mengambil langkah mundur dan menjauh. Jika seribu tanda sudah dijejalkan di depan mata, kapan aku akan memilih untuk tak lagi buta? Mengapa tak jua bisa ku jawab sebuah pertanyaan sederhana..

Sedang Ingin Lantang

2.10.10

Belum mengarah pada siapa-siapa dan harusnya tak mengapa. Aku ingin jadi seseorang yang utuh sebelum membelah diri. Aku belum merasakan keinginan, kebutuhan atau ketergantungan pada lelaki mana pun. Sejujurnya beberapa dari mereka malah membuat aku muak. Mereka mengarah entah ke mana dan melakukan sesuatu tanpa dasar logika. "Aku melakukannya karena aku ingin. Itu saja!" Ohh.. itu jawaban yang sangat tidak menenangkan tuan.

Mari kita bicara sebagai dua orang dewasa. Kita ini siapa.. berdiri dimana.. mau kemana? Jika memang ingin berteman, mari kita berteman. Jika ingin bersahabat, mari kita bersahabat. Tapi jika nanti berkembang jadi asmara bagaimana? Tolong jangan kau katakan, "Gimana nanti aja!" Mari ingat lagi kita siapa dan berdiri dimana. Tolong jangan kotori sebuah pertemanan atau persahabatan dengan cinta yang buta dan akhirnya membakar semuanya. Ingat! Kita ini sudah dewasa..

Jika memang cinta itu kemudian ada, mari kita kembali bicara. Kita akan bagaimana? Aku lebih suka kita kembali ke titik awal atau berjalan dalam arah yang benar-benar berlawanan. Jika masih memaksa, tolong lakukan yang terbaik untuk kita berdua. Jika tetap memaksa, aku akan bicara lebih lantang, kemudian turun gelanggang. Karena aku tahu.. saat kau memaksa, sebenarnya kau tak punya rencana apa-apa. Kau hanya tak mau ditinggalkan, sendirian, merana dalam kehangatan yang kau maknakan sebagai paksaan, siksaan, ancaman dan kesepian. Aku mohon.. Sadarlah tuan..

*Tak usah memaksa jika kita tak tahu akan kemana..

I'm Following You

1.10.10

Menikmati blogs orang lain itu seperti mencandu. Tiap hari ku nantikan apa yang baru lahir dari kepalanya. Segenap kecerdasan, segenap kekonyolan atau segenap kepedihan kah? Aku mau ceritamu hari ini. Menulislah untukku setiap hari. Aku akan setia menunggu, seperti anak gadis menanti surat cinta untuknya tiba. Bicaralah padaku lewat semua kata, kalimat atau bahkan tanda baca. Kau pasti tak tahu kini aku sudah mencandumu.

Teruslah menulis untukku.. Coz i'm following you.. anonymously

C.I.N.T.A (1)

Judulnya dangdut sangat ya. Tapi sebelum semua menguap dari kepala, sebaiknya saya tulis saja yang teringat, dari perjalanan hari kemarin hingga hari ini. Mulai dari percakapan dalam telefon yang membuat darah mendidih, hingga sebuah pertemuan manis dengan seorang lelaki usia senja yang menuntun saya melihat hidup dari sisi yang lain.

Tak pernah terbayang sebelumnya, setelah sore marah-marah karena orang bodoh bertingkah dan buat hidup orang susah, keesokan harinya saya duduk di kantor seorang kakek, mantan pejuang. Aku mendengarkannya bercerita hingga berkaca-kaca.. dan dia bicara soal C.I.N.T.A. Sungguh kalau ingat lagu yang lagi "in" sekarang bakal mual-mual. Tapi cerita kakek ini justru bikin kita bisa berefleksi.

Awalnya dia bertanya, "Tuhan itu menciptakan perempuan ada yang cantik dan ada yang jelek. Bener?" Aku cuma bisa menjawabnya dengan bercanda, "Yah pak, cantik itu relatif, kalo jelek mutlak." Dia ga menyalahkan jawabanku. Dia lalu coba menjelaskan, bahwa yang bisa bikin semua berbeda itu cinta. "Misalnya, meskipun saya punya istri gak cantik, tapi saya cinta, dia jadi terlihat cantik sekali," kata dia. Eheemm.. saya tertohok untuk pertama kali di ruangan itu. Kakek manis sekali ya!!

Lalu dia mengulangi tiga hal penting yang ia tekankan di awal ceritanya, bahwa sebagai manusia, kita harus pegang tiga hal, yaitu "Keberanian, Kesadaran dan Kesabaran". Tiga hal ini akan jadi cerita panjang yang kayaknya ga bakal sanggup saya tulis di satu posting. Satu contoh kasus soal kesabaran yang masih berhubungan dengan cinta dari sang kakek adalah kisah menunggu istrinya berdandan.

"Perempuan itu kalau dandan, bisa lamaaa sekali. Mau ke undangan bisa dandan dua jam. Mungkin sekarang banyak laki-laki yang kesal nunggunya. Tapi kalau kita coba sabar. Gak usah dimarahin. Ga usah bilang lama amat!! Sabar aja, kita tunggu. Begitu dia keluar, kita kaget. Ya Allah.. istri saya cantik sekali ya!! Akhirnya bapak gak jadi ke undangan, malah ke kamar," ujarnya sambil tertawa geli.

Saya jadi berpikir, berapa banyak ya laki-laki sekarang yang tabah nunggu istrinya dandan, gak usah pake marah?? Hehe...

Dan ini yang paling menohok.. dan mudah-mudahan cerita lengkapnya bisa berlanjut ke C.I.N.T.A (2) atau (3).

"Berani itu penting. Berani berbuat. Berani bertanggung jawab. Jangan kayak orang-orang sekarang. Berani berbuat tapi pas harus tanggung jawab, ngomong saja tanggung-tanggung..." (B e r s a m b u n g...)

*Kita gak pernah tahu akan bertemu siapa esok lusa. Iblis kah? Malaikat kah? Tapi rekatkanlah pikiran baik di dalam kepala. Karena pikiran itu yang akan menarik nasib, termasuk soal siapa yang akan kau temui esok lusa. Saat kau terus mengingat/mengharapkan seseorang, Tuhan akan bicara padamu tentangnya dengan mengirim berbagai tanda (baik atau buruk). Jadi, siapa yang ingin kau temui esok lusa? Seorang bajingan kah? Seorang penuh cinta kah?

Emergency call

30.9.10

Tuhan.. jika Engkau berkenan. Mari kita bicara berdua saja. Aku sudah lelah mengakali keadaan. Aku sudah tidak mengerti lagi harus berusaha apa. Sudah ku kejar, sudah ku tinggalkan, sudah ku kejar lagi dan akhirnya aku harus menyerah kalah seperti pecundang.

Aku tidak tahu, tapi mungkin ini cara-Mu untuk menunjukkan dan memaksaku hanya percaya dan bergantung pada-Mu dan melepaskan segala ketakutan. Memasrahkan jalan terbaik, skenario terbaik, takdir terbaik di tangan-Mu. Tak usah mencemaskan masa depan. Biarkan semua berjalan. Lakukan saja yang terbaik hari ini.

Entah nanti aku akan bersama siapa atau tetap sendirian. Entah aku akan ada dimana dan melakukan apa. Semua masih misteri yang diselubungi kabut gelap. Dan dalam semua kegelapan ini. Aku hanya harus percaya pada-Mu. Melakukan apa yang Kau perintahkan.

Harus ku pupus bayangan dan impian untuk melakukan kekerasan, meskipun mungkin itu membahagiakan. Harus ku enyahkan imajinasi bahwa aku akan puas setelah melancarkan segala rencana yang ada di kepala. Harus ku lepaskan semuanya. Aku sudah berusaha sekuat tenaga dan gagal adanya. Sekarang semua terserah pada-Mu. Aku akan berusaha tak lagi mengotori tanganku sendiri.

Esok lusa aku masih tak tahu akan bagaimana. Tolong jangan lepaskan tali yang sudah ku ikat erat pada-Mu. Aku percaya Kau tak akan mengecewakan.

*Tuntutan seorang hamba pada Tuannya.. Dalam pertanyaan mengapa mereka bisa bahagia dan aku tidak?

Aku cuma ingin...

Aku menatap jendela. Matahari menembus kaca. Tak ada kau di sampingku. Kau masih amat jauh di sana. Pertanyaanku masih sama. Apakah aku harus merelakanmu? Saat ini dan selamanya. Apakah ini waktu yang tepat untuk melangkah berlawanan arah? Cukup segala gundah dan cukup bertanya, adakah kau pertimbangkan aku barang sedikit saja? Jika sudah selama dan sejauh ini, barangkali memang jawabnya "tidak pernah". Seperti di awal hari dahulu hingga matahari terbenam untuk kita. Jawabnya tetap "tidak".

Dan aku berbisik.. Tuhan.. aku cuma ingin bahagia..

Tenang Saja!

27.9.10

Aku bingung, apakah pernah merasa seperti ini sebelumnya.. Jika merasakan kupu-kupu berterbangan di dalam perut, aku pernah mengalaminya beberapa kali. Jika melihat seseorang, kemudian hatiku melonjak-lonjak kegirangan, dulu sering sekali aku begitu. Jika telefon berdering dan terdengar suara dia yang kutunggu, aku ceria dan langsung tertawa-tawa. Mungkin sekarang aku menganggap itu lucu.. bisa juga dungu.

Tapi sekarang, saat duduk denganmu, aku tak lagi merasa begitu. Semuanya datar. Semuanya tenang. Baik dalam hati ataupun secara fisik aku tak melonjak-lonjak kegirangan. Aku juga tak bahagia luar biasa. Aku hanya merasa tenang. Aku tak panik memikirkan kita mau kemana. Aku juga tak sibuk mengurus bekas-bekas "luka". Aku tenang saja..

Mungkin sekarang aku memang tak lagi perlu melonjak-lonjak kegirangan. Aku tak harus gugup, grogi, salah tingkah, serba salah atau merasa bersalah. Aku biasa saja. Mungkin ini bukan apa-apa. Mungkin nanti akan jadi apa-apa. Atau juga tak akan jadi apa-apa, tak akan kemana-mana. Tapi aku tenang saja..

Aku tak diburu waktu.. Aku juga tak berniat memburumu.. Mari tenang saja!

Perempuan Berlidah Tajam

24.9.10

Saat ini aku sedang menghayati peran itu. Perempuan berlidah tajam. Karena sangat nyaman untukku. Dan aku tak peduli tentangmu (*bukan untuk kalian semua).

Jika kau berkata, "Aku kangen kamu, tapi aku gak tau, kamu kangen aku ga ya?" Jawabku tegas, "Engga!" Jika kau bertanya lagi, "Aku sayang kamu, kira-kira kamu sayang aku ga ya?" Jawabku lagi-lagi, "Enggak!" Dan bahkan saat kau bertanya, "Dimana? Mau kemana? Sama siapa?" dan pertanyaan-pertanyaan kecil lainnya. Sungguh enggan sekali aku menjawabnya.

Karena aku tahu, kita tak akan kemana-mana, aku memilih untuk stagnan di titik awal. Tak perlu membuat gerakan maju dan mendekat. Mundur teratur, itu lebih baik.

*For you, no step ahead..

The Power of Goodbye

23.9.10

Learn from Madonna's song

Your heart is not open, so I must go
The spell has been broken...I loved you so
Freedom comes when you learn to let go
Creation comes when you learn to say no

You were my lesson I had to learn
I was your fortress you had to burn
Pain is a warning that something's wrong
I pray to God that it won't be long
Do ya wanna go higher?

There's nothing left to try
There's no place left to hide
There's no greater power than the power of good-bye

Your heart is not open, so I must go
The spell has been broken...I loved you so
You were my lesson I had to learn
I was your fortress

There's nothing left to lose
There's no more heart to bruise
There's no greater power than the power of good-bye

Learn to say good-bye
I yearn to say good-bye

There's nothing left to try
There's no more places to hide
There's no greater power than the power of good-bye
There's nothing left to lose
There's no more heart to bruise
There's no greater power than the power of good-bye

Smile

We've got anger.. We've got pain.. We've got hate and want some revenge for the love that's fading away.. But here and now we have a chance to meet. We don't say any words.. We just smile.. No one can take the memories.. No one can stop us to smile. Gone baby Gone.. But smile will stay.. Today, tomorrow and the day after tomorrow.. Always.. Dear Love smile at me :)

Bukan Kamu!

Berharap dia dan bukan kamu
Berapa sering kita berharap sesuatu yang kita tak punya
Segalanya indah.. Asal bukan milik kita
Dan semua kepunyaan kita adalah biasa.. termasuk soal pasangan
Berapa sering kita berharap yang duduk di samping kita bukan dia yang ada
Tetapi orang lain yang nyata-nyata tak peduli bahkan tak pernah mengingat kita
Aku dan kamu hanya saling menyakiti saja
Aku mengharap dia dan bukan kamu
Serupa denganmu
Kita meratapi.. dia yang tak ada..
Dia yang kita puja
Sebenarnya kita hidup kapan dan dimana?
Kesiasiaan belaka..

Sweet Cake from Sweet Boy

21.9.10

Ia sembunyi-sembunyi pergi. Tak ada yang tahu.. Sepulang dari tujuannya ia bergegas naik ke lantai atas, membuka plastik dan menata barang-barang yang dibelinya. Satu loyang brownies coklat, sebatang kraft cheddar dan seporsi bubur ayam. Diletakannya brownies yang ia beli dari toko kue di atas karpet. Usai menyantap bubur, ia pergi ke dapur untuk mengambil parutan kecil. Diparutnya kraft cheddar di atas topping coklat blok sebagai hiasan tambahan. Selesai mempercantik kue yang akan ia hadiahkan, mengendap-endap ia turun ke lantai bawah. Kue ulang tahun untuk mama yang sudah ia selubungi plastik, ia letakkan di dalam kulkas eyang. Lalu ia meminta kami semua merahasiakan kejutan itu sampai besok pagi.

Adrian Sastradihardja, kelas VI SD, usianya sebelas tahun. He always has sweet surprises.. This is not the first time :)

My Little Brother :-*

Grandpa


pic was taken in 1964

*Henoch Thomas Sastradihardja a.k.a Tohier Sastradihardja (02051896 - 08121984)

Let Me Go

18.9.10

If you do care, if you do love, if you do need me
Please let me go
Before it's too late
Coz too late might mean.. No care.. No love.. No need..
The one and only target is survival.. Alone!

*The one we used to love might change into something called pain in the ass.. :)

Pink Potion

17.9.10

Manis rasanya..
Aku ingin lagi dan lagi
Tapi aku sadar.. Bahwa yang aku tenggak adalah racun yang diselubungi larutan merah jambu
Jadi maafkan aku yang menampik semua kata-katamu
Bersama atau tidak denganmu.. Aku tetap sekarat
Tapi setidaknya, aku tahu bukan manis racunmu yang membunuhku..

Excuse

16.9.10

Untukmu selalu ada pembenaran, pemahfuman. Bahkan untuk hal yang nyata-nyata salah sekalipun. Apapun ku lakukan. Apapun ku terjang. Sampai satu hari aku tersadar bahwa semua pengecualian itu tak ada artinya di matamu. Kau akan selalu meminta lebih dari yang aku mampu.

Dan jika kini kau masih minta aku untuk maklum. Aku akan maklum, karena kau tak mengerti bahwa hal itu sudah dari dulu aku lakukan. Tanpa perlu kau minta..

*Kenapa kau terus ku maklumi dan Tuhan ku abaikan? Mungkin aku terlalu yakin bahwa Ia kan mengerti dan tak akan murka. Ini mutlak kesalahan.. Padahal cinta-Nya tak kan pernah sebanding dgn cintamu.*

Tak Layak?

15.9.10

Jika kesediaan menerimamu apa adanya dengan segala kemampuanku tak mampu luluhkanmu, maka mungkin memang kita tak layak bersama. Aku yang tak layak untukmu? Atau kau yang tak layak untukku? Tak ada guna menduga-duga. Semua pasti ada sebabnya.. Kita cuma tak layak bersama.. Itu saja!

Outside

And you.. Could bring me to my knees.. Again
All the times.. When I could beg you please.. In vein
All the times.. When I felt insecure.. For you
And I leave.. My burdens at the door

But I'm on the outside, I'm lookin in
I can see through you, see your true colors
Coz inside your ugly, your ugly like me
I can see through you, see to the real you

All the times.. That I felt like this won't end.. It's for you
And I taste.. What I could never have.. It was from you
All the times.. That I've cried.. My intentions.. Were full of pride
But I waste.. More time than anyone

All the times.. That I've cried
All this wasted.. It's all inside
And I feel.. All this pain
Stuffed it down.. It's back again
And I lie.. Here in bed
All alone.. I can't mend.. But I feel.. Tomorrow will be ok!

Staind - Outside

An Option

14.9.10

When we're standing at the crossroad. Finally I knew that I'm just an option in your life. Last option..

It's quite sad.. Since to me you're not an option. You're the only one I want. And the only one I need.

Even in the last time, you stated clearly. That maybe you'll turn back to me if the situation isn't getting better for you. But not if the fact is the opposite.

It's clear now. What I mean to you. I'm an option, not a home. I'm a shelter. Maybe sometimes a bunker, that cover you. But never be your home..

*Mengingatmu seperti tebasan pedang. Tiap sayatannya masih nyata terasa.*



There is one thing I can never give you
My heart will never be your home
(Stand by Me - Oasis)

Woman In Doubt

13.9.10

When a girl fall in love, she just wanna hear what she want to hear. Every little sweet things, every attention and touch. Everything that's so beautiful in the eyes.

But not for woman. They don't need sweet lovely things said in words. They need something to be done. They just want to feel right, not words that sweet like sugar but contain lies. Woman can take almost everything, even the bitter truth. Woman can understand, even it hurts so bad. We don't need sugar anymore, we need something real & clear.

But don't let a woman in disguise, coz it's much worse than saying the truth and breaks her heart. When something become "grey", far n close, love and hate. Those just feel the same.. No trust.. Just doubt..

Akhir Kemarau

Bersamamu dinginnya menusuk tulang.. Dan kehilanganmu aku meradang, kering kerontang. Daun-daun meranggas, ranting-ranting patah. Aku dalam kemarau panjang.. sangat panjang..

Menanti dalam sabar. Kemarau pun berganti penghujan. Segenap akarku menyerap air. Pembuluh dalam batangku menghantar air hingga ke pucuk-pucuk. Lalu hijau daun bermunculan dan bermula lah kehidupan yang bukan berasal darimu.

Ternyata hidup bukan hanya tentang kau..

Missing You

12.9.10

Sesal tak mendengar suaramu di saat-saat terakhir. Semoga kau bahagia di sana. Fajar, gedung-gedung tinggi dan Asia Afrika masih selalu membentuk wajahmu..

*Cikapundung at dawn

Eyes, Smoke n Wish

7.9.10

Aku suka saat melihat kerlingan matamu dan rapuhmu di depanku. Rasanya ingin ku dekap saja kau hangat. Lalu biarkan kata-kata berpusar di sekeliling kita tanpa harus bersuara..

Tertinggal di Belakang

6.9.10

Sedari melepaskanmu sudah panjang jalan yang terlewati. Sudah ku daki gunung, lewati lembah, seperti Ninja Hatori dan memang kau mulai memudar, karena ingatan tak bertahan selamanya. Ia aus dimakan usia.

Kau yang ucapkan selamat tinggal di persimpangan dan aku yang berkubang dalam kenangan. Meninggalkan selalu tampak lebih mudah daripada ditinggalkan.

Aku ingin paksakan untuk mengeluarkanmu dari ingatan, tapi ternyata hanya membuat bunga tidur terasa makin nyata, hingga aku sakit kepala.

Aku sadar tak ada yang tinggal selamanya dan ada yang pergi untuk tak lagi pulang. Kelak pemutaran ulang kenangan pun akan berhenti dan kelak ku akan pergi dari sini. Pulang ke rumah mungil tempat aku mendekap hangat seseorang yang pangil aku "Mama!"

*Apapun yang pernah indah dalam mimpi cuma dalam mimpi. Di suatu pagi kita akan terbangun dan harus memilih melanjutkan hidup atau terus bermimpi.*

Camar yang Samar

5.9.10

Aku takut, suatu hari kamu akan jadi samar. Seperti camar yang terbang menjauh dan tak pernah lagi terlihat atau terdengar kicaunya. Tapi ini mungkin jalan untuk melepaskan. Aku tak bisa menahanmu selamanya, pun kenangan tentangmu. Harus ada yang ku tinggalkan di belakang.
Maafkan aku.. Hanya sejauh ini saja bisa berlari dengan tetap membawamu...

Sebagian Saja..

4.9.10

Jika kau tak suka sebagian saja, jangan kau buang semuanya. Ini berlaku untuk aku yang pernah membencimu. Ternyata aku hanya tak suka sebagian saja darimu, maka akan ku simpan baik-baik sisanya. Tak ada gunanya mengutuki dan merutukimu selamanya. Aku percaya meski akhirnya luka, kau pernah menjadi hadiah yang indah selama beberapa waktu.

Aku percaya tak semua sia-sia. Karena aku masih bisa mengenang indahmu.. Dalam balutan hangat lembayung senja.. Dalam lembutnya angin yang menerpa.. Dalam gerakkan awan yang seakan bicara.. Dalam tetes-tetes hujan yang dinginkan kepala..

Kamu masih jadi energi yang gerakkan jari-jariku di atas papan kunci bertahtakan 26 huruf yang berulang kali ku gunakan untuk menulis tentangmu. Aku percaya meski tak ada 'kita', aku dan kamu bisa bahagia..

In too Deep

Remembering the sweetest moment i've ever had with you one year ago. When i believe, this would be forever. When everything is so bright and warm.

I realized i can't hate you and i knew that it's useless to erase all the good things God had given to us. So let me keep the memories of how sweet it was.

And this song, is one of the good memories, lately we know that we have the same music preferences. And this song also speaks about how complicated it was, for me and u.. for us..


Genesis - In to Deep
All that time I was searching with nowhere to run to
It started me thinking
wondering what I could make of my life
And who'd be waiting
Asking all kinds of questions to myself
but never finding the answers
Crying at the top of my voice
and no one listening
All this time I still remember everything you said
There's so much you promised
how could I ever forget?
Listen: you know I love you but I just can't take this
You know I love you but I'm playing for keeps
Although I need you I'm not gonna make this
You know I want you but I'm in too deep
So listen.. listen to me
oh.. you must believe me
I can feel your eyes go through me but I don't know why
I know you're going but I can't believe
It's the way that you're leaving
It's like we never knew each other at all
it may be my fault
I gave you too many reasons being alone when I didn't want to
I thought you'd always be there
I almost believed you
All this time I still remember everything you said
There's so much you promised
how could I ever forget?
Listen: you know I love you but I just can't take this
So listen.. listen to me
I can feel your eyes go through me
It seems I've spent too long only thinking about myself
And now I want to spend my life just caring 'bout somebody else
Listen: you know I love you but I just can't take this
You know I love yo but I just can't take this

Complicated enough.. huh?? :)

Shove

Forget the things that you own
And travel almost anywhere you can go
Dance across the tree tips, set them ablaze
Soaking in their pleasant warm summer haze
And weeping on her streets and school city blocks
And finding streams on her while you're skipping rocks
And feeding on her touch as it will barely keep you alive

She said show me the world thats inside your head,
Show me the world that you see yourself, you could use Some help
Cause sometimes it comes with a shove, when you fall in love

It can be so bold and so cavalier
To reach out to the fire her souls sending here
It can be like death that blows like a breeze
Making all ones strength go weak at the knees
I hate to feel the shallow ground giving way
Ive never let myself fall this much astray
And feeding on her touch is all one does to survive

She said show me the world thats inside your head,
Show me the world that you see yourself, you could use Some help
Cause sometimes it comes with a shove, when you fall in love

She said show me the world thats inside your head,
Tell me your secrets of life and death, and your one regret
Cause sometimes it comes with a shove, when you fall in love

She said show me the world thats inside your head,
Show me the world that you see yourself, you could use Some help
Cause sometimes it comes with a shove, when you fall in love

She said show me the world thats inside your head,
Tell me your secrets of life and death, and your one regret
Cause sometimes it comes with a shove, when you fall in love

If you're ever alone, then your heart will know
It can call to mine, and Ill be at your side
If you're ever alone, then your heart will know
It can reach to mine, Ill be at your side

Angels And Airwaves - Shove

Undertow

I don't wanna talk now
I don't wanna hear you scream no more
Want somebody to save me
Everything I do feels like its wrong
All we do is fall down
even though we try to stay afloat
I swear its gonna kill me
even though you think it wont
So why rock a boat and make waves
And everything's coming okay
So why am I confused if you love me
Thought this would be smooth sailing

Cause I don't wanna let you go
and we're caught in the undertow
Cause I ain't losing my control
And we're caught in the undertow
I hold the prayer is all our own
but we need air we go alone
cause I don't wanna let you go
til we're caught in the undertow

I don't wanna cry every time we try it never fails
Change the direction wanna be close set for sail
My hearts in your hand don't you go hurt me again
all we got is one chance and its sink or swim
So why rock a boat and make waves
And everything's coming okay
why am I confused if you love me
Thought this would be smooth sailing

Cause I don't wanna let you go
and we're caught in the undertow
Cause I ain't losing my control
And we're caught in the undertow
I hold the prayer is all our own
but we need air we go alone
cause I don't wanna let you go
til we're caught in the undertow

And the world is rising
And the world is rising
And the world is rising
And the world is rising

Cause I don't wanna let you go
Through the crowd in the undertow
And I'm losing my control
Through the crowd in the undertow
And I don't wanna let you go
But we're caught in the undertow
And I'm losing my control
Though we're caught in the undertow

Our only prayer is all our own
We both need air we go alone
Our only prayer is on our own
We both need air we go alone

Cause I don't wanna let you go
I don't wanna let you go
Cause we're caught in the undertow

Timbaland Ft The Fray And Esthero - Undertow

Sign

3.9.10

"Aku daritadi udah mau teriak! Aku muak! Kamu nawarin pengalaman asmara demi uang. Aku pengen saudara-saudara aku tau kamu kayak apa. Kamu nawarin dua ratus lima puluh ribu juga engga akan aku jadiin.."

Slap!

Love Lines

1.9.10

Tak ada kata untuk dirangkai. Perasaan ini mulai menjelma jadi kebencian. Dan dalam kebencian tak ada satu pun yang terkenang. (910)

Mencintai itu seperti membelah diri. Kau tak lagi sepi sendiri. Kau akan lebih kuat sekaligus rapuh di saat yang bersamaan. Siapapun yang melukai cintamu, juga melukaimu. Dan kepergian cintamu seperti kehilangan anggota badan. Kau tak pernah lagi sama.. seperti sebelumnya.. (21710)

Not those eyes.. Not that smile.. Finally find out! (1471)

If you follow the right path, we shall meet.. (1471)

Tak adil jika aku berlari padamu karena kesepian, karena tak ada pilihan. Aku akan mendatangimu saat aku ingin. Saat aku tak lagi berdiri di bawah bayang-bayang siapa pun. (1371)

Oh yes.. I'm still afraid of loosing u.. So I create the illusion..(1271)

Let the process runs normally. Open eyes, watch the signs, heal the heart.. No need to be in a hurry..(1171)

Ik verlang zo erg nar jou.. (1071)

Actually I am missing u.. But I realize that we're just two free souls.. And what we used to have is just a part of a very long journey.. (871)

Aku bukan cuma numpang lewat. Aku mencintaimu.. Sangat.. (276)

Sudah aku pertahankan kamu sampai berdarah-darah, sekarang waktuku untuk pasrah. (25610)

Aku tahu, aku tak kan hidup selamanya. Juga kau. Tapi salahkah aku, bila hingga hari ini masih menginginkanmu? Walaupun menentang semua kemapanan. Dan aku pun tak tahu, akankah Tuhan memperkenankan, saat kita sudah di atas sana.. (15610)

I might not have you, but i have a friend who called me just to make sure that i stay away from guys like you.

Some love won't last forever. But true love dares to take that risk and other risks..
We know how to hurt, but do we know how to love? (28510)

It's nice to have someone who'll wait for you forever and you can come back whenever.. But forever and whenever might mean never..(24510)

Life Lines

Stand beside me and u'll get down. Now, i know why people keep staying away.. :)

Ada apa ya dengan 19 Januari, 11 Agustus, Antapani dan nama Indhira? Life is funny..(1671)

It's good to know that someone fulfill their promises to u.. But more important to keep your promises to others..(871)

Ideally home & family is a place where we fight together. Not a place to attack or fight each other. (871)

I hope realizing that I have nothing, make me appreciate whatever passing by in my life n believe that everything happened for a good reason.. (671)

I can't change the past or see the future. Just walk on.. (471)

Mungkin karena masih melihatnya, aku masih menginginkannya. Mungkin akan berbeda saat aku sudah berkalang tanah dilapis debu (1561)

Tuhan jangan biarkan aku mendengki hanya karena aku tidak memiliki. (2361)

Saat Dia menjanjikanku surga, kau hanya memberiku hampa. Sudah waktunya, aku berpegang pada-Nya dan melepaskanmu seutuhnya.

When wishfull thinking and healthy mind are fighting in dreams..(14610)

I hope God won't send one big meteor to Indonesia, cause everybody gets busy with 'the hottest' video of the year..

Few questions that failed to be answered:
1. Where do you put me in your life?
2. Where do we go from here?
The answer still "silence"..

Aku manusia yang Kau ciptakan dengan segenap kehinaan namun Kau muliakan. Biar kesendirian cukup untukku karena-Mu. (17510)

There's no joy without the pain. It's the pain that make you strong.. (Save Ferris in high school days)

Why 'good' is never enough? coz we're craving for 'better'.. Maybe that's why the 'good' always feels not 'good' enough.. (Craving days)

Whether I talk with you or not, it won't make any difference. So i hang up the phone, then put it back. If i talk with you, my feeling will be getting worse. Don't we know, we all realize our mistakes, when everything is not the same again.. (29510)

Suicide might end your life but won't end your pain. If you stay alive at least there's a chance to replace the pain with silence or smile or happiness.. (17510)

Luangkan Waktu

27.8.10

Aku masih ingin menghormatimu. Aku menyempatkan untuk menjengukmu. Meski sekarang yang tersisa hanya asing untuk kita. Aku dan kamu seperti tidak pernah jadi sesuatu. Tapi itulah yang nyata hari ini, esok dan lusa. Tak pernah terbayang sebelumnya, aku bisa berlari sejauh ini tanpa kamu. Terima kasih untuk masa lalu. Semoga bahagia masa kini dan semakin indah masa depan..

*Untuk aku, kamu dan cerita kehidupan yang lagi-lagi tak pernah terduga arahnya..

*Aku mencintaimu.. pernah.. Aku mengenangmu.. saat luang waktu.. Aku masih inginkan kamu.. itu tanda tanya besar..

*Damailah semuanya.. sembuhlah luka..

Tak Ada Waktu

18.8.10

Mungkin Tuhan sedang marah atau Ia sudah jengah, mendengar aku merengek. Ia benar-benar melakukan sesuatu. Tiap kali aku mengingatmu, Ia menambahkan beban bagiku. Bahkan kini untuk menutup mata dengan tenang pun aku berkejaran dengan waktu. Terlalu banyak yang harus dilakukan dan semua menguras habis pikiranku, hingga untuk mengingatmu dan merasakan perih itu benar-benar harus menyisihkan waktu.

Tuhan.. Apakah Kau sedang marah padaku? Atau Kau sedang membantuku dengan caraMu yang selalu mengundang keluhku..

Tak Pernah Sembuh

17.8.10

Yang paling buruk dari terluka adalah bukan rasa sakitnya, bukan "darah"nya, bukan perihnya. Tapi bagaimana kita teryakinkan. Bahwa kita tak kan pernah sembuh, bagaimana kita percaya perihnya tak kan berakhir dan lukanya tak hanya berbekas tapi terus menganga.

Lalu.. apakah semua itu benar?

Berapa banyak orang yang pernah terluka dan terus melanjutkan hidupnya? dan berapa banyak orang yang terluka lalu mengakhiri hidupnya?

Hidup mungkin memang bukan tentang suka, tetapi lebih sering tentang luka. Kita terus berjalan dari satu luka ke luka yang lain. Perih, merintih lirih, sedih. Tapi hidup tak lantas berhenti hanya karena kita luka dan tak kunjung reda berputus asa.

Maka jangan terlalu percaya bahwa luka yang kita punya, tak ada obatnya. Waktu menyembuhkan semua, minimal mengeringkan luka, menjawab tanda tanya dan membawa luka lainnya yang buat kita sedikit lupa pada luka sebelumnya..

*Semoga Kau Sembuh - Koil *

Yellow..


Time changed many things in life including feeling. Today i know you're not my yellow anymore. I've let you go.. and years ago is just years ago and i've learned from there. We'll always have a secret chamber, but we can choose not to open it again. For good sake.

Though the past passing by once more, it doesn't mean we have to walk backward. Maybe it's just a sign that we have to keep moving on. They visited us just to say goodbye once more. So keep running on our track.

Not everything that says "hello" mean to stay. Neither temporary nor forever..

Interaksi Berujung Sepi

15.8.10

Tentang Kau
Kau memandang .. aku tersenyum
Kau bicara.. aku belajar
Kau minta.. aku berikan
Kau menekan.. aku melawan
Kau bentak.. aku diam
Kau keluarkan semua.. aku menunduk
Kau maki.. aku mengalir
Kau bilang maaf.. aku mengangguk.. pergi

Tentang Aku
Aku bicara.. kau diam
Aku minta.. kau tak bisa
Aku mohon.. kau bergeming
Aku berlinang.. kau ucap "mohon pengertian"

Kita?
habis aku.. habis kau..
habis kata.. dan apa guna bicara?

-26210-

Release

Kali ini .. kembali terantuk batu.. dan aku menoleh ke masa lalu..membaca lagi sebuah file yang ku pikir sudah basi, busuk, dan berbau. Tersadar betapa saat itu aku enggan untuk membaca, mendengar, menyimak, apalagi mengerti.. Aku hanya marah, pada keadaan, pada orang-orang dan terutama padamu.. Setahun berlalu dan aku masih juga berjalan dalam bayang-bayang.
Meskipun aku mengerti, bukan berarti aku membenarkan sikapmu. Karena buatku sebenarnya mungkin masih ada yang bisa kita lakukan saat itu. Tapi kau memang memilih menyerah dan sejuta alasan bisa direka. Maaf jika aku sudah enggan menerima alasan. Kini, cukup saja aku mengerti bahwa memang ada hal yang tak bisa ku paksakan. Meski aku merintih, memohon, melolong atau berlutut di hadapanmu. Duniamu bukan duniaku. Sikapmu bukan sikapku. Caramu menyelesaikan masalah, jelas bukan caraku..

Sudahlah.. meski aku masih sedikit gundah.. tapi sekarang aku bisa mengerti..

-26210-

He Knew Me

He knew that i can like a song because of the lyrics
He knew when i didn't want to tell him something
He knew that i really love to eat
He knew that i like to read
He knew that i like to buy books
He knew that i love ariel, peterpan, coldplay, oasis and et cetera
He knew that i will understand him
He knew that i will be strong
He knew me well

but.. did he know where he's going?
I didn't know.. and maybe i won't ever know..
confusing..

-3310-

I am not a gambler

When i feel love
I don't think about strategy
Coz i'm not playing chess
I don't think about how much i will bet
And i don't think it is a game
I don't do betting
I'm just standing here
Hoping not to be ignored
But if i should leave
I will walk with honor
Cause i've fighted for the one i love

*i did not bet for u and i didn't take u for granted*

Untuk Cantik

11.8.10

Cantik.. hari ini kamu ulang tahun. Kamu genap dua tahun. Sudah mulai besar. Dan aku tahu, kamu pasti tambah cantik dan pintar. Kamu masih suka bunyi pesawat? Kamu masih suka ikut sapu-sapu lantai? Rambutmu masih berombak? Sudah bisa nyanyi apa ya sekarang?

Selamat ulang tahun ya cantik. Semoga kamu selalu jadi anak yang bahagia..

Honestly..

Until now I'm still falling to pieces. You're still wearing your ring and I mean nothing. I don't know what are the meaning of all your words. I don't wanna believe it were all lies but I couldn't see that those are real until now.

We've passed two Ramadhan behind, and there's no third. Since years ago, i have known we have no future.

And I wanna ask God, from now on, please clean my mind and heart from you. Please take away these pain. Please take me somewhere far away. To the place where I can't remember how cruel and mean you were.. we were..

God please.. Honestly sometimes I just wanna end my journey. Too painful.. Too tired and I'm hopeless..

I'm wasted..

Penghormatan untuk Perempuan

8.8.10

Salah jika kau pikir, kata-kata manismu lah yang membuat aku kuat dan bertambah rasaku untukmu. Lebih salah jika kau pikir bahwa sentuhan acakmu lah yang menyamankan aku.

Sungguh bukan itu..

Aku lebih kuat jika kau tak mengumbar kata, tapi melakukan sesuatu yang nyata. Dan aku lebih kuat jika kau menahan untuk menyentuhku semaumu, dengan dalih menyamankan aku.

Mungkin ini beda perempuan dan lelaki. Pada akhirnya bukan kata-kata atau sentuhan yang aku inginkan.

Aku.. Perempuan.. Inginkan sesuatu yang kau lakukan sepenuh hati, yang kau lakukan dengan pertanggungjawaban. Dan aku sangat menghargai bagaimana kau tepati janji.

Itu yang buat aku luluh.. Dan aku tak ingin lagi sesuatu yang membutakan, merapuhkan, apalagi meluluhlantakkan.

Sebesar apa cintaku untukmu? Jawabnya ada pada bagaimana kau menghormatiku?

A Cup of

7.8.10


Since that time, i can't use words anymore. I just have to see the signs. And an empty cup of coffee on the table in one quiet afternoon could make me sure that you're just OK.. -2810-

Sampai Habis

Untukmu yang masih jadi 'tersayang'..
Ku pikir sudah habis kata-kata setelah ku tumpahkan dalam puluhan posting. Ternyata belum. Ternyata masih ada. Aku sudah jengah bicara dengan lisan pada siapa pun tentang perasaanku untukmu. Cukup saja di sini aku katakan bahwa disela-sela hari, kamu masih melintas dalam pikiranku. Masih ada pertanyaan, 'Apakah kau baik-baik saja?'

Meski harus ku akui ada rasa nyeri yang terselip di antara kenangan-kenangan yang melintas itu, hingga terkadang jatuh air mataku.

Bersabarlah untukku dan untukmu. Mungkin lebih baik sampai habis aku berujar di sini. Di pojok kecil yang saat ini masih mayoritas tentangmu dan tentang aku.

Cukup gila untuk menyadari aku ternyata bisa begini..

Kita Lupa Kita ....

Menghela nafas..
Mungkin karena kita sama-sama membawa luka. Karena kita sama-sama sulit menerima. Karena kita sama-sama marah. Karena kita sama-sama terinjak dan tak mampu melawan atau berkata-kata yang dapat ungkapkan rasa. Kita tersudut. Semua kata-kata yang terlontar hanya akan digunakan melawan kita. Karena itu kita berhenti bicara. Dan meyakini bahwa bicara itu tiada gunanya.

Kita.. mencari jalan lain..
Mencari sudut nyaman yang lain. Mencari telinga yang mau mendengar. Mencari bibir yang mampu bertutur lembut dan memberi kecupan manis di sudut wajah yang melelah. Menemukan jemari yang menggenggam erat dan lengan yang sanggup memeluk hangat. Itulah kita..

Tapi.. ini waktunya kita untuk berani, untuk sendiri, untuk angkat bicara dan berkata apa yang kita ingini. Dunia ini bukan tempat yang nyaman teman. Bahkan kawan dalam lelap pun belum tentu belahan jiwa yang selamanya menetap. Meski ia ucapkan cinta padamu.. kerap.

Kita luka teman.. Dan saat bersama.. kita lupa kita luka..

*thanks to Koil, untuk Aku Lupa Aku Luka*

Dan ini selipan lagu miris yang lain:
"My Immortal" by Evanescence

I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
'Cause your presence still lingers here
And it won't leave me alone

These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have
All of me


You used to captivate me
By your resonating light
Now I'm bound by the life you left behind
Your face it haunts
My once pleasant dreams
Your voice it chased away
All the sanity in me


These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along

Untuk Pulang

Dahulu aku terbiasa untuk meraung-raung saat ada yang hilang, mati atau pergi dan tak kembali. Baik itu barang kesayangan, hewan peliharaan, seseorang yang cuma singgah atau menetap cukup lama dan kemudian pergi.

Tapi ternyata raunganku tak pernah membawa mereka kembali. Mereka malah semakin jauh pergi, hilang dari pandangan dan hanya sesekali saja mampir dalam kenangan. Apapun usahaku untuk membuat mereka tetap tinggal terasa sia-sia.

Dan kini terasa semakin banyak yang telah pergi, nyaris pergi atau akan pergi. Karena mungkin memang tempat kita bukan di sini. Semua ini hanya persinggahan sebelum pulang. Hidup ini cuma halte dan bukan terminal.

Mulai berpikir bahwa hidup ini hanya jalan menuju 'pulang' ..

Tak Pernah Ada

6.8.10

Tak pernah ada kiriman email. Tak ada satu pun janji yang pernah terucap ditepati. Semua nyata omong kosong. Semua nyata masa lalu. Semua nyata yang semu. Dan aku hanyalah seorang bodoh yang terperangkap sesuatu yang ambigu. Tak ada bedanya masa kini dan waktu dulu. Aku masih di sini menunggumu. Kamu atau bayanganmu atau orang-orang yang mirip denganmu. Tapi sayang mereka tak pernah bisa jadi sepertimu.
Tapi.. ini tetap untuk aku.. Bukan untukmu..

Benar kata Paulo Coelho - air mata itu untuk dituliskan..

-3810-

Masih Untukmu

5.8.10

Hey! Kau yang di sana!
Aku tahu kau tak pernah menengok pojok ini. Tapi mungkin di suatu masa. Saat kau tak sengaja menemukannya, atau saat Dia menunjukannya padamu. Mungkin pada saat itu, kau akan mengerti. Bahwa sampai hari ini aku masih seperti dulu. Meski kita sudah tinggal di "dunia" yang berbeda dan tak lagi saling tahu menahu.

Berbahagialah kau dan berbahagialah aku.. Kita tak nyata selama masih di atas dunia..

Burn

30.7.10


From dust to dust
Itulah kita.. manusia..
yang berjalan sementara saja di atas dunia
Esok lusa semua tak lagi sama
Termasuk cinta..
yang datang karena iba.. kemudian berubah jadi murka
Hingga rasanya ingin membakar semuanya
Menghapus jejak
Menghilangkan kenangan
Menyembuhkan perih

Itulah kita.. dari debu menjadi debu
dan semoga apa yang sudah jadi debu
Membantu sedikit membuyarkan masa lalu

Ini Tentang..

27.7.10

Bukan keinginan
Ini cuma perasaan
Yang tertinggal dalam bentuk kepingan kenangan
Yang tak bisa dimatikan
Juga diatur kemunculannya
Ia datang seketika
Dan pergi lagi perlahan-lahan
Ia penuh kejutan
Seperti jalan hidup yang tak pernah ku tahu arahnya
Dan ini bukan lagi tentangmu
Atau tentang siapapun
Aku tak ingin lagi menulis untukmu
Ini untukku.. Tentang aku..
Yang menyendiri namun tak lagi sepi..

Ampas Kenangan

22.7.10


Sesak rasanya, saat menengok ke belakang dan terasa seperti menelan ampas. Memang masih ada kenangan, tapi kini diingat di atas dusta yang sudah berkerak. Kenapa harus membohongi aku? Tak layak kah aku menerima jujurmu? Bahkan di hari terakhir aku bertemu denganmu, kau masih menanamkan dusta ke dalam otakku.

Jika sulit sekali untuk mengenang, mungkin memang berarti tidak ada yang patut dikenang.

Your Truth Which Is Used Against You

21.7.10


Tidak pernah terbayang, berapa lama kita hidup dalam gelap dan sewaktu terang harus datang, mendadak semua menjadi benderang. Mungkin dalam hitungan hari, minggu, bulan atau tahun. Tapi terang itu selalu datang. Meski mengenang bisa berarti kembali membiarkan air matamu menggenang. Atau memaksamu sekuat tenaga menahan murka. Bukan lagi kecewa akan cinta yang telah hilang. Tetapi marah karena jujurmu dimanipulasi menjadi dusta. Dusta yang disebarkan dan kini sudah terlalu berkarat untuk diluruskan.

Tapi ujar terang, "Inilah alasan mengapa kamu tidak ditakdirkan bersamanya. Dan aku yakin kamu pun pernah merasa, mengapa Tuhan seperti tidak membiarkanmu bersamanya. Ini jawabnya. Sudah terlalu banyak dusta yang ditutupinya. Bahkan jujurmu pun dipakainya untuk berdusta."

Menyedihkan saat menengok ke belakang, apa yang pernah teryakini, kemudian terjadi, tanpa bisa diulang kembali. Berbisik hati pada diri, seandainya saja ada tindakan yang dilakukan. Bukan hanya menyangkal dan menafikkan.

Teman.. aku sudah belajar.. bahwa seorang berwajah malaikat bisa jadi seorang psikopat. Ia bicara dengan manisnya dan merangkai fakta seolah dirinyalah yang teraniaya. Tanpa memberi kita kesempatan untuk menduga berapa hati yang sudah dihancurkannya. Kita memilih untuk percaya. Bukan karena tanda-tanda itu tak ada. Tapi karena kita hanya ingin percaya padanya. Sudah banyak fakta yang mengetuk-ngetuk "jendela". Mereka minta dipercaya. Tapi kita tetap memilih buta..

Demi menyelamatkan semuanya yang sudah berada di bibir jurang, kita memilih untuk bicara, jujur apa adanya. Lalu yang terdengar hanya sesayup maaf. Lalu semua berputar dengan cepat menuju waktu fakta bicara. Yang terbongkar adalah 'Jujurmu menjadi dusta yang digunakan untuk membenarkan apa yang tak pernah benar.'

Lalu kau kembali berjalan menahan nyeri.. Mengingat kejujuranmu lah senjatanya. Dan harapanmu lah yang mengaburkan semua pertanda.

Semoga kita semua terampuni..

Some people just don't deserve your truth or your brave heart. They're just some kind of coward..

Cerita Konyol Kita

14.7.10

Aku cuma ingin bertanya..
Adakah kau bercerita pada yang lainnya, tentang rumah lamamu, masa kecilmu, tatapan anjingmu saat ia memutuskan untuk berpisah denganmu dan setia pada betinanya? Adakah kau beri tahu perasaanmu saat itu pada yang lainnya?

Aku juga ingin tahu, apakah sama binar matamu saat bercerita tentang 'pacar pertamamu' padaku dan pada yang lainnya?

Terdengar konyol, terdengar remeh. Tapi untukku semua tentangmu istimewa. Dan aku pun merasa sangat istimewa saat kau mau berbagi denganku. Meski hanya bisa dalam hitungan jam.. Aku mensyukurinya..

Terima kasih sudah mau berbagi denganku. Terima kasih sudah membuka dirimu. Meski hatimu tak kan pernah jadi rumahku. Hingga mengucur deras air mataku. Entah bahagia untukmu. Entah pilu.. Aku tak tahu..

Sampai bertemu di hidup yang akan datang..

While listening to Koil - Dan Cinta Kita Terlupakan (1371)

Kebebasan Itu Menakutkan!

13.7.10

Hitung! Berapa kali kita ada dalam satu ikatan dan ingin sekali melepaskannya dengan berbagai alasan? Dan ingat! Berapa kali kita ada di tepi jurang perpisahan dan merengek untuk mempertahankannya dengan berbagai alasan dan daya upaya?

Kebebasan itu menakutkan teman. Memang kau bebas, namun tak berarti tanpa kehilangan. Tak ada yang benar-benar bebas selama masih menjejak tanah. Kebebasan akan selalu berjalan beriringan dengan kehilangan. Dan kehilangan itu menakutkan..

Hingga banyak yang tetap memilih asyik masyuk dalam ikatan meski di sisi lain berteriak ingin bebas. Menjadi seorang "wajib lapor" dalam hubungan yang miskin kepercayaan dan tidak membebaskan. Tak ada orang yang benar-benar bisa bebas bukan? Meskipun terus melengkingkan keinginan untuk pergi, lari dan berhenti.

Cukup menipu diri sendiri. Kebebasan itu angan-angan. Kebebasan itu kehilangan.. Dan kehilangan itu menakutkan..

(written in mode of anger and cynical)

Seperti Biasa

Seperti biasa..
Sekelebat bayanganmu kembali memporak-porandakan tembok pertahananku
Tak tahu kah bahwa aku membangunnya susah payah?
Kini aku kembali harus memunguti serpihan-serpihannya.. SENDIRI!!
Ingin aku teriak agar kau mengerti
Tapi kau tuli
Jadi selama ini aku hanya berteriak pada diri sendiri..

Hari-Hari yang Berat

12.7.10

Setelah vonis itu dan setelah hampir 70 persen keputusannya adalah mengangkat organ yang bermasalah, ia lebih sering terlihat duduk, berbaring dan menyendiri. Dan titik-titik bening juga semakin kerap menghiasi wajahnya.

Mungkin semua perasaan jadi satu. Takut, khawatir, stres, sedih, bingung, marah. Tapi aku juga tak tahu harus bereaksi seperti apa. Aku hanya bisa mendampinginya, melewati masa-masa yang mungkin jadi saat paling sulit dalam hidupnya. Tanpa bisa banyak bicara. Hanya bisa meyakinkan, bahwa mari bersama-sama kita lewati apa yang harus dilewati.

Aku tak ingin ikut berderai air mata. Jika ini memang harus dilalui. Jika ini memang harus terjadi. Mari kita jalani. Kau tak sendiri. Aku dan yang lainnya ada di sini. Percaya pada-Nya, karena semua memang milik-Nya. Suatu hari Ia akan meminta semuanya kembali..

*Kuatkan hatimu dear auntie*

The Vonis

8.7.10

Shock! Itu yang saya rasakan hari ini. Hari dimana apa yang ditakuti benar-benar terjadi. Tante saya divonis kanker serviks stadium awal. Vonis yang dijatuhkan setelah seminggu yang lalu dilakukan biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang diduga kanker.

Awalnya kami semua mencoba berpikir positif bahwa ini hanya polip yang tumbuh di leher rahim. Tapi kok, hasil uji jaringannya jadi kanker? Tuhan ini cobaan apalagi ya?

Tapi hidup ini memang serangkaian ujian tanpa henti sampai mati bukan? Tiap manusia mendapat cobaannya sendiri. Pun demikian tiap keluarga.

Memang masih stadium awal, tapi kata KANKER itu merujuk pada sesuatu yang benar-benar momok. Bagi keluarga terdekat sulit untuk tetap duduk tenang. Tapi saya yakin Tuhan selalu punya rencana. Saya cuma bisa terus berpikir positif dan membantu semampu saya. Semoga vonis ini, tidak menurunkan mental kami semua secara drastis. Semoga vonis ini membuat kami lebih menghargai kehidupan, mencari makna dan kebaikan di tiap langkah kehidupan kami dan yang utama.. tetap semangat untuk mempertahankan hidup dan berserah diri pada-Nya Yang Maha Kuasa..

Untuk semua perempuan yang membaca posting ini, mari serius memikirkan untuk imunisasi serviks. Untuk masa depan..

*And for u dear auntie, my second mom.. please be strong.. *


Brutality of Love

7.7.10


desire.. doubt.. despair and destruction

First of all, it's about desire.. desire to have someone by your side, someone who's ready to hold you whenever you need it. You neither care about the situation nor condition. You just wanna have him or her. Having she/he is your greatest desire..

And poorly.. the desire grows together with doubt. You start questioning. Is it right? Is this what i want? Will it be nice? Will it be true? Will it be like my imagination? And those signs just keep coming by. You just ignored some of them.. But they continually knocking at your door. The desire grew inside your heart and so did the doubt.

Time went by and you just can't blind yourself more and more. Sooner or later the signs become clearer and you fall into something called despair, though you still have a great desire..

And in the end.. The complexity of desire and despair mixed together and transform to something called appetite for destruction. If i can't have something that i want, then nobody will. And you start playing with your mind. Creating the most perfect scenario. "What if? How if?" Your mind plays tricks..

All of the energy that you have.. should be converted into something.. The destruction itself or sense to create anything you can, including writing almost 90 blog posts in just a couple of month. And the story started from the day you met someone that you used to call "love".. until you.. yourself don't know when to stop.. coz' the memories still remain.. and you still can write it down.. anything that came up your mind, even every single smile, laugh and tears..

This is called the brutality of love.. sense to destruct.. sense to build.. sense to create.. The most powerful drive..

It's good to be in love, though it hurts so bad not to be loved.. But this pain did drive me to do anything i've never imagined before.. destructing and creating..

i wanna move on.. i wish..

My Poisonous Love

6.7.10

Hari ini aku sentimentil sangat. Mengintip "jendela" orang lain dan menemukan sebentuk cinta yang hangat di dalamnya. Ia bicara cinta sepenuh hatinya. Dan aku tak dapat menahan butir-butir hangat jatuh dari pelupuk mata.

Maaf jika aku masih sama dan serupa. Cinta masih mengingatkan ku padamu. Seorang teman, pelindung, penyelamat, pencinta sekaligus penghancur. Kamu yang membantuku berdiri, berlari. Kamu yang menatapku lekat, merengkuhku hangat dan mendekapku erat. Kamu yang mengikat ku dalam lingkaran yang tak pernah terbayang sebelumnya. Kamu yang mengajariku arti bertahan. Kamu yang ajari aku cemburu yang tak acuh, hingga penuh murka.

Jika bicara cinta, masih kamu yang melintas di kepalaku. Kamu yang mengajariku arti kehilangan. Kamu yang menanamkan pelajaran untuk tidak berpegang pada seseorang terlalu erat.. Alih-alih tenggelam atau ditinggalkan..

*Terimakasih sudah memampukanku mencintai dan kehilangan sebesar ini.. Terima kasih juga Tuhan..*


Relieve (part 2)

4.7.10

Hari ini aku belajar, terus menerus menahan air mata hanya menambah luka. Jatuhkan saja.. Lepaskan saja.. Kadang hanya itu yg bisa kita berikan untuk cinta yang hilang, 'gelas' yang pecah, atau amarah yang singgah..
Ini air mataku.. Ia yang bersihkan lukaku..

-271-

Jangan lagi

1.7.10

Jika aku boleh mengeluh, tolong Tuhan.. Jangan Kau kirim lagi orang-orang yang hanya bisa berseru "aku bingung" atau "aku tidak tahu" atau "terserah kamu" atau "aku... tapi..."

Aku sudah lelah Tuhan.. berjalan tanpa arah, menabrak batu karang, dihantam ombak, dihempas angin dan hanya mendapat kalimat-kalimat yang sama, cuma keluar dari mulut yang berbeda.

Aku butuh hal yang pasti, aku butuh jawaban percaya diri.

Untuk Sebuah Nama

28.6.10

Ini lirik lagu Ebiet G. Ade yang harus saya akui, berhasil bikin saya "ngahuleng" dalam perjalanan Cirebon-Bandung.. Kind of ironic ending for a run away trip..

Mengapa jiwaku mesti bergetar
sedang musik pun manis kudengar?
Mungkin karena kulihat lagi
lentik bulu matamu, bibirmu,
dan rambutmu yang kau biarkan
jatuh bergerai di keningmu
Makin mengajakku terpana
Kau goreskan gita cinta

Mengapa aku mesti duduk di sini
sedang kau tepat di depanku?
Mestinya aku berdiri berjalan ke depanmu,
kusapa, dan kunikmati wajahmu,
atau kuisyaratkan cinta
Tapi semua tak kulakukan
Kata orang cinta mesti berkorban

Mengapa dadaku mesti berguncang
bila kusebutkan namamu?
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku itu pasti
Tapi aku tak mau peduli
sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar kucumbui bayangmu
dan kusandarkan harapanku

What a song!! ^_^

Salju

23.6.10

Hujan.. Rintik-rintik
Gerimis tipis-tipis
Saat bersamamu, pasti kau akan bilang, bukan hujan.. "salju"
Kau memang manis
Dan mungkin akan selalu begitu
Meskipun kau lempar aku dengan batu atau kau tetes lukaku pakai cuka
Sakitnya.. perihnya.. tetap ku kecap.. manis..

-12610- by the rain

'Matahari' yang Lain

15.6.10

"Ayo berhenti Jo!" ujar Ara. Jo tidak menjawab, ia hanya mempercepat laju mobil sambil terus menengok spion. "Kenapa dia kejar-kejar kamu sampai ke rumah? Kenapa kamu juga gak mau angkat telfonnya?" Ara tidak bisa berhenti bertanya. Jo hanya menjawab singkat, "Aku males ribut. Aku udah gak ada hubungan apa-apa sama dia." Ara bingung bercampur sedih. Baru beberapa minggu belakangan ia akrab kembali dengan Jo dan ia tidak bisa menampik, bahwa rasa yang mereka berdua pernah kubur dalam-dalam, kini mulai menunjukkan 'dirinya' lagi. Tapi kenapa harus ada drama seperti ini? "Sudahlah, aku hanya harus percaya pada Jo," Ara mencoba meyakinkan diri sendiri. "Mungkin memang perempuan itu aja yang aneh," Ara kembali membuat pembenaran atas kekacauan malam itu.

Tahun-tahun berlalu..
Tanpa Ara pernah ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya ingin percaya bahwa lelakinya sekarang sudah bertindak benar dan mereka punya perasaan yang sama dan mereka sebut cinta. Hingga siang itu, Ara harus terisak sendirian. Semua rasa percayanya pada Jo runtuh. Hubungannya berakhir dengan penjelasan yang samar dan sarat penyangkalan. Satu hal yang pasti ia hadapi saat ingin bicara dengan Jo adalah puluhan nada panggil telefon tanpa jawaban.

Ara termenung. "Mungkin ini yang dulu Mita rasain. Sakit. Bingung. Perih. Sampai ia terus ngejar-ngejar Jo ke rumahnya, untuk minta sedikit aja penjelasan. Maafin aku Mit," Ara hanya mampu berkata-kata dalam hati. Air matanya terus mengucur deras dan ia memang tak berniat menghentikannya. Ia akhirnya tertidur dan bangun dengan mata sembap.

Esoknya Ara merasa amat lelah, tapi ia tetap harus berangkat ke kantor. Beberapa teman di kantornya menyadari betapa tatapan Ara masih kosong, seperti hari saat ia mendapat keputusan Jo lewat instant messenger. Ada yang direnggut paksa darinya dan ia belum berhak mendapat penjelasan apapun hingga hari ini. "Sudah genap seminggu Jo," Ara terus membatin.

Ara sudah lelah diam saja, ia harus dapat jawaban, dapat penjelasan, apapun bentuknya. Ia dengan cepat mengetik emailnya di browser, tapi kemudian tidak menuliskan user name dan passwordnya. Ia mengetik akun Jo sambil mencoba mengingat password yang pernah satu kali diberitahukan padanya. Terbukalah akun itu. Ada beberapa email-email Ara yang belum dibaca dalam inbox dan Ara sadar ada beberapa email-nya yang tampaknya tak pernah masuk ke inbox Jo. Ara meneliti surat yang masuk satu demi satu. Tak ada yang aneh.

Tak berhenti di situ, Ara coba mengecek sent items, dan.. 'klik' terbukalah satu email yang dikirim sekitar setahun yang lalu. Ara menemukan baris-baris hangat di dalamnya, curahan perasaan dan permintaan maaf. Tapi baris-baris itu bukan untuknya, bukan juga untuk Mita. Tapi nama itu sungguh tak asing di telinganya. Nama yang sebenarnya belakangan cukup sering disebut Jo. Jika seminggu yang lalu, hatinya hancur, hari ini dunia Ara serasa berhenti seperti berputar.

Sejak setahun yang lalu, ternyata sudah ada seseorang yang berdiri di antara ia dan Jo. Seseorang yang mungkin membuat beberapa perubahan dalam hubungannya. Namun perubahan itu selalu ia sangkal. Segala kecurigaannya selalu ia tepis. Kini ia menekuni baris demi baris yang menyayat hatinya dengan khidmat. "Kamu seseorang buat aku. Aku sayang sama kamu. Maafin aku yang belum bisa selesaian masalah aku dan aku juga gak tahu kapan ini semua bisa selesai. You're my lovely sunshine."

*2007-2008 menjauh karena yang lain berlabuh*


Akhir 2 Jiwa

14.6.10


Dua jiwa yang luka.. berkelana.. Tertaut dan lebih terluka. Lalu melangkah berlawanan arah dalam duka yang tak pernah sama. Percakapan dalam diam lewat tatapan, bisikan hangat, obrolan ringan, bahkan teriakan kesakitan nyata-nyata belum mampu mengubah apapun. Luka tinggal lah luka.. Cinta pergi lah cinta..

Berencana vs Mengalir Saja

11.6.10

Hari ini seorang teman berulang tahun dan mem-post satu kalimat yang cukup menggelitik di twitter. Usianya x tahun dan ia bersyukur karena hidupnya berjalan sesuai yang ia rencanakan. Kalimatnya biasa saja ya? Hehe.. Mungkin biasa saja untuk yang hidupnya terencana. Tapi tidak untuk saya yang masih tanpa tujuan, hanya mengikuti ke mana saja angin berhembus atau ke mana saja air mengalir. Okay, pelajaran hari ini adalah, mari membuat rencana dan tujuan, berikut rencana cadangan.

Lalu bagaimana dengan kejutan-kejutan di tengah jalan, yang mungkin bisa membelokkan arah hidup kita 180 derajat? Hidup kita kan memang bukan jalan lurus tak berliku, justru banyak sekali menanjak, menurun, dan berkelok-kelok. Tapi mungkin dengan bertujuan, meski berliku, akhirnya tetap sampai.. Mudah-mudahan.. Dengan punya arah dan tujuan juga mungkin bisa mencegah kita melakukan sesuatu yang menggagalkan kita mencapai sasaran dan membuat kita lebih giat melakukan apa yang mendukung pencapaian. Tidak semua yang disodorkan di depan mata harus diambil dan tidak pula ditolak mentah-mentah. Pilihlah mana yang mendekati sasaran, mana yang mengarah ke tujuan. Yah, ini mungkin cuma sebuah wacana, semua masih di kepala..

Baiklah.. Mari menjawab pertanyaan pertama, jadi apa tujuan anda??

Demons Trapped The "Angel"

8.6.10

Lately many people talk about the couple who used to be lovely in their eyes. Almost all the people i know are curious about "the accident" they made and now almost all television program discuss about that thing. Many people are asked for their comments and some talk like they're the holy one.

So i wanna know, whose sins is this? The lovely couple? Someone who uploaded it on the net? Netter who spread it like virus? Television and newspaper who give lots of portion on this news? Everybody who wants to know? Everybody who watched the video, including the expert of telematic who gave lots of comment on the video, about who's actually the actor and actress. Coz in my opinion, the one who can give comment is the one who watch it first. So whose sins is this?

Most of the people want to know and watch it, while at the same time they're talking about morality. So what's moral anyway? Moral is not doing but watching?? Why can't we stop bothering others business and shout about morality? Maybe it's their 'sins', but don't think it's not becoming our sins while we're enjoying talk about it and watch it, though it's so tempting anyway..

Maybe we're just 'angels' whom trapped by demons and become a hypocrite.. Or we're no angel at all. We're just enjoying the condition where people actually are just 'worse' than us. Then we can be calm hiding behind our mask. But who knows who's better and who's worse?



Link http://littlemebigme.blogspot.com/2010/06/bad-is-good.html

Complicated!

5.6.10


Sulit! Perasaan ini sungguh sulit dimengerti. Kenapa? Bingung juga jawabnya. Sering sekali saya merasa seperti ini. Merasa sepertinya lebih baik menjauh saja dengan semua orang yang harusnya kepada mereka saya lekat. Mendadak ketika dihubungi lewat telefon, saya malas bicara. Apalagi membicarakan masalah-masalah yang pernah ada. Entah saya yang aneh, entah memang kenyamanan itu tidak bisa dipaksakan, entah kenapa, entah mengapa. Saya juga tidak punya jawabannya.

Saya merasa jadi makhluk aneh, saya lebih suka bicara pada makhluk yang sepertinya enggan bicara sama saya, bahkan peduli pun tidak. Dan saya malas untuk bicara dan membuka diri pada orang-orang yang seharusnya dengan mereka saya lebih banyak bicara. Maaf, saya tidak bermaksud menyakiti siapa-siapa. Saya cuma suka tiba-tiba mood-swing saat berhubungan dengan mereka. Bukan mau saya.. Sungguh bukan mau saya. Apalagi ketika mereka tiba-tiba memilih topik pembicaraan yang justru saya hindari. Saya semakin malas saja. Tapi mungkin juga ini pengaruh PMS, maklum perempuan. Syukurlah, kalau memang cuma karena PMS dan tidak lebih.

Kalau lebih, berarti saya harus terus mencari jawaban 'mengapa'? Mengapa saya sampai seperti ini? Apa yang sebenarnya saya simpan, kemudian saya hindari? Hingga jadi complicated begini. Rumit.. Bahkan dengan seseorang yang pernah lekat selama hampir 4 tahun, semakin lama.. saya semakin 'menyendiri'. Saya bungkam! Dan saya merasa tak ada gunanya berbagi dengannya. Karena dibagi pun hanya jadi gelap, suram, tidak mengubah apapun.. complicated.. so complicated!! *sigh...

*Apa saya harus hidup di hutan sendirian?*

Pola "Cinta"

4.6.10

My Teenage's Tears (Part II)

Perempuan bertemu lelaki.. dari sendiri.. lalu memutuskan berdua, mencinta dan berharap selamanya. Mungkin itu angan-angan mayoritas perempuan sejak muda belia.

Dulu zaman nenek-nenek kita atau mungkin masa sebelumnya, perempuan yang menikah di usia belasan tak terhingga jumlahnya. Kini perempuan cenderung menunda pernikahan dan mengawali masa pacaran di usia yang lebih muda. Dulu saya bukan penentang pacaran sejak usia belasan, malah saya pikir ya biasa-biasa saja, selama tidak melakukan yang aneh-aneh. Tapi bertahun-tahun setelahnya, saya memperhatikan sekitar, memperhatikan remaja-remaja dengan usia yang jauh di bawah saya, termasuk saudara-saudara perempuan saya, kok jadi khawatir sejadi-jadinya. Ada perasaan was-was, karena masa kini jauh berbeda dengan sepuluh hingga lima belas tahun lalu. Dan saya terus mengamati pola yang sama. Jatuh cinta, berbunga-bunga, mabuk cinta, putus cinta, terpuruk, mengeluh dan hidup mulai berantakan. Tak henti-henti curhat pada teman dan sibuk mengoles-oles luka hati dengan 'betadine' tapi tak kunjung sembuh juga. Polanya selalu lama. Tak ada kata 'selamanya' selagi masih di atas dunia.

Jatuh cinta memang tak terhindarkan. Tapi seandainya.. seandainya saja, kita bisa mengerem sebelum semua terlambat. Atau memilih menunda menurutkan perasaan berbunga-bunga yang kita kira selamanya itu, mungkin tak perlu begitu banyak hati dan hidup yang hancur. Satu hal yang berbahaya dari jatuh cinta adalah ketergantungan pada orang yang kita cinta. Telat dapet kabar bingung & khawatir, gak di-sms ngambek, gak ketemu kangen. Tiap hari sms, chatting, fb-an isinya cuma bilang kangen, pengen ketemu, ngambek-ngambek, baikan, terus tiba-tiba diduain, putus, sedih, nangis-nangis, ngerasa dicampakkin, disakitin.. Periiihhh... Polanya terus berulang. Ngabisin 'hati', tenaga, uang buat beli pulsa, waktu.

Kenapa? Kenapa kita harus sampai sebergantung itu pada orang yang sangat potensial mencampakkan kita? Sampai nantinya kita harus memunguti keping demi keping hati kita yang berserakan, hancur berantakan sendirian.. bener-bener sendirian.. Kita gak pernah tahu hati manusia. Bisa diduga, tapi kita gak pernah tahu yang sedalam-dalamnya. Meskipun mereka gak berhenti bilang cinta, sayang, kangen, gak akan ninggalin. Akhirnya semua cuma omong kosong..

Mungkin tulisan ini terlalu negativistik, terlalu pesimis, padahal cinta itu sebenarnya manis. Maaf.. saya cuma melihat pola, saya cuma menoleh ke belakang, dan menengok kiri kanan. Saya cuma mau mengajak kita semua menjaga hati, sampai waktunya. Waktu yang ditetapkan oleh-Nya. Sampai ada yang berniat baik, bertemu wali kita, menikahi dan berdoa semoga cintanya bisa bertahan selamanya, bukan cuma di atas dunia..

*untuk waktu yang tersia-sia, untuk semua yang pernah merasa dibuang dan terbuang, untuk cinta yang tak pernah salah tapi disalahgunakan, untuk semua yang mungkin masih bisa diselamatkan*

Lekat

3.6.10

Hanya bisa memandangnya dari sebuah jendela berkaca, terbit banyak kata dan menjadi tanya. Akankah perlahan kita lupa, meski sekarang masih luka? Mungkin 'ya', karena bukan kita yang lekat, melainkan aku dan kamu pada pilihan derita. Karena mungkin tak layak bagi kita untuk apapun. Cukup saja derita untuk sementara atau selamanya. Karena bahagia itu mahal harganya, sedangkan untuk derita cukuplah kita persalahkan orang lain karena membuatnya untuk aku, kamu, bukan kita..

*after reading Eleven Minutes - Paulo Coelho*

18510

Gempa.. Mata.. Hati.. Takdir.. Sabit.. Cukup..

Sudah Waktunya

2.6.10

Sudah terang..
Sekarang waktunya berhenti menyalahkanmu atas semua ucapanmu, sikapmu, bingungmu, pelarianmu dan semua yang pernah buat aku marah. Aku sudah berusaha dan mendapat jawabnya. Ini bukan lagi tentang kamu. Tapi tentang aku. Yang harus belajar menerima apapun keadaanmu, meski pernah buat aku kecewa, luka, hina. Ini pelajaranku. Biar Tuhan saja yang memberi pelajaranmu. Aku memaafkan, belajar melupakan dan terus berjalan. Dan aku harus mulai belajar mengatakan TIDAK dan MAAF.. Dua kata yang mungkin bisa menyelamatkan masa depan..

Dendang Nyalang

1.6.10

Sekarang...
Tinggal saat untuk mengenang
Karena semua telah tertinggal di belakang
Kau sudah jadi karang yang terbiasa dihantam gelombang
Dan aku jadi arang

Sayang...
Saat kau membatu
Aku memilih jadi abu, debu, terbang dan tersapu
Membeku di masa lalu..

-9510- @Buah Batu in the afternoon

Rely on 'Him'

29.5.10

Why God take all the persons we love or we thought we love? Maybe.. to make us understand that family members are getting older and finally die. Relatives are busy with their own business, getting older and also will die. Boyfriend or girlfriend leaves you or cheat on you. Husband or wife become annoying or cheating on you. And your true love gone forever, because of illness or suddenly passed away.
Why.. all these shits should happen to us? In my opinion, because God want us back in His way and just rely on Him.. Only Him.. Who creates us, who make us live and make us die..


Belakangan, di usia yang lebih dari seperempat abad, hidup mulai mengajari saya dengan cara yang lebih keras. Sapaan-sapaan Tuhan mulai datang lebih sering. Ia memberikan saya teguran keras dengan merampas orang yang saya pikir paling saya cintai di luar keluarga, menyapa saya dengan kematian orang-orang yang pernah menyentuh hidup saya dan terus memberi kesulitan-kesulitan lain. Kadang saya berpikir Tuhan benar-benar membuat saya 'break down'. Membuat saya berpikir saya benar-benar tidak punya apa-apa, selalu jadi orang yang dicampakkan, ditinggalkan, disalahkan. Bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak pernah saya minta dan harapkan. Lalu saya berpikir dunia ini 'adil' sekali ya?? (in contrary) daripada saya terus-terusan teriak "Brengseeeeekkk!!!"

Untungnya di antara keputusasaan, saya masih sempat berpikir jernih. Saya mulai rajin membaca buku-buku tentang agama yang saya anut, membaca kitab-Nya dan melirik situs-situs yang berbau agama. Dari buku-buku itu, saya mulai menerima tujuan saya diciptakan dan mengerti mengapa saya sebaiknya menerima apapun yang terjadi dan berhenti protes. Selain itu, dari kitab-Nya saya juga mulai mengetahui lebih dalam mengenai utusan-utusan-Nya, umat-umat terdahulu, bahkan hingga aturan sopan santun mengetuk pintu kamar orang tua jika kita ingin masuk ke dalam. Dari sekian banyak situs di internet, ada satu yang menjadi favorit saya dan saya follow dari akun twitter. Adapula situs yang belakangan saya hindari, karena saya pikir isinya terlalu 'kejam'. Sedangkan situs favorit saya bisa menyampaikan hal yang prinsip, yang keras, dengan bahasa sederhana yang logis dan tidak mengintimidasi dan membuat saya masih ingin terus melanjutkan hidup, meski dalam keadaan yang compang camping dan tercabik-cabik.

Beberapa hari yang lalu, narasumber di situs favorit saya juga menyatakan bahwa Tuhan akan mendengarkan doa kita dalam bahasa apapun, asalkan dilantunkan dengan tulus. Baiklah.. itu sangat membantu, karena belakangan saya sangat sulit berdoa dan mengungkapkan apa yang benar-benar saya inginkan. Saya takut keinginan saya justru tidak baik untuk saya, bahkan mungkin merugikan orang lain. Jadi saya berdoa yang netral-netral saja, saya minta Tuhan mengampuni dosa-dosa saya dan memberi saya yang terbaik.

Kemudian saya coba memahami arti bacaan yang tiap hari saya lantunkan, namun ternyata saya hanya tahu artinya samar-samar. Sedangkan menghafalkan doa-doa yang katanya 'terpilih', saya belum sanggup, karena panjang-panjang sekali. Lalu saya coba membaca dan menghafal arti tiga surat terakhir dalam kitab suci saya, kemudian termangu-mangu. Kenapa ya selama ini saya harus bingung memilih doa? Tiga surat terakhir itu sudah merupakan doa yang baik dengan inti: meminta segala sesuatu hanya pada-Nya dan berlindung pada-Nya dari segala sesuatu yang membahayakan di sekeliling saya. Mungkin selama ini saya hanya belum mencelupkan keyakinan yang sangat saat membaca semua doa itu. Saya belum percaya bahwa Dia mendengarkan semua doa dan permintaan saya. Saya belum percaya bahwa Dia akan memberi saya yang terbaik. Saya belum percaya Dia akan memberi perlindungan pada saya. Jadi semua hanya lewat saja. Ampuni saya ya Tuhan..

Dan ampuni saya, karena mungkin selama ini saya lebih percaya pada manusia lain, bukan pada-Mu. Manusia lain yang saya pikir bisa menolong, bisa memberi saya rasa aman, bisa mencintai saya setulus hati, bisa melindungi saya. Manusia yang katanya membutuhkan saya, yang tidak akan meninggalkan saya, yang akan sayang sama saya selamanya. Akhirnya... semua hanya bubar jalan.. Sedangkan Engkau, terus menerus menyapa, terus menerus mengurus dan melindungi, hingga saya sampai di titik untuk mempercayakan semua pada-Mu.. hanya pada-Mu.. Yang Maha Sempurna.. Yang Tak Pernah Mengingkari Perjanjian.. Kepada-Mu aku bersandar dan menyerahkan semuanya..