Hari-Hari yang Berat

12.7.10

Setelah vonis itu dan setelah hampir 70 persen keputusannya adalah mengangkat organ yang bermasalah, ia lebih sering terlihat duduk, berbaring dan menyendiri. Dan titik-titik bening juga semakin kerap menghiasi wajahnya.

Mungkin semua perasaan jadi satu. Takut, khawatir, stres, sedih, bingung, marah. Tapi aku juga tak tahu harus bereaksi seperti apa. Aku hanya bisa mendampinginya, melewati masa-masa yang mungkin jadi saat paling sulit dalam hidupnya. Tanpa bisa banyak bicara. Hanya bisa meyakinkan, bahwa mari bersama-sama kita lewati apa yang harus dilewati.

Aku tak ingin ikut berderai air mata. Jika ini memang harus dilalui. Jika ini memang harus terjadi. Mari kita jalani. Kau tak sendiri. Aku dan yang lainnya ada di sini. Percaya pada-Nya, karena semua memang milik-Nya. Suatu hari Ia akan meminta semuanya kembali..

*Kuatkan hatimu dear auntie*

0 comments:

Posting Komentar