
Sesak rasanya, saat menengok ke belakang dan terasa seperti menelan ampas. Memang masih ada kenangan, tapi kini diingat di atas dusta yang sudah berkerak. Kenapa harus membohongi aku? Tak layak kah aku menerima jujurmu? Bahkan di hari terakhir aku bertemu denganmu, kau masih menanamkan dusta ke dalam otakku.
Jika sulit sekali untuk mengenang, mungkin memang berarti tidak ada yang patut dikenang.
0 comments:
Posting Komentar