Sudah hampir tengah malam dan mata belum juga terpejam. Sudah hampir sembilan bulan, tapi terus saja berlinang air mata. Mengapa terus saja aku peduli dan cemas untukmu yang menyingkirkanku dengan mudah dari jalan hidupmu. Dan tak cukup dengan itu, kau juga hamburkan kata-kata pedas, tak pantas, yang masih menikam tepat di jantungku, saat ku ulangi dalam kepala.
Sudah tahu pedih, sudah tahu pilu, tapi tetap saja aku tak beranjak dari situ. Masih berdiri di bibir jurang dan tak berhenti berpikir, apakah harus melompat atau mengambil langkah mundur dan menjauh. Jika seribu tanda sudah dijejalkan di depan mata, kapan aku akan memilih untuk tak lagi buta? Mengapa tak jua bisa ku jawab sebuah pertanyaan sederhana..
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar