Sedari melepaskanmu sudah panjang jalan yang terlewati. Sudah ku daki gunung, lewati lembah, seperti Ninja Hatori dan memang kau mulai memudar, karena ingatan tak bertahan selamanya. Ia aus dimakan usia.
Kau yang ucapkan selamat tinggal di persimpangan dan aku yang berkubang dalam kenangan. Meninggalkan selalu tampak lebih mudah daripada ditinggalkan.
Aku ingin paksakan untuk mengeluarkanmu dari ingatan, tapi ternyata hanya membuat bunga tidur terasa makin nyata, hingga aku sakit kepala.
Aku sadar tak ada yang tinggal selamanya dan ada yang pergi untuk tak lagi pulang. Kelak pemutaran ulang kenangan pun akan berhenti dan kelak ku akan pergi dari sini. Pulang ke rumah mungil tempat aku mendekap hangat seseorang yang pangil aku "Mama!"
*Apapun yang pernah indah dalam mimpi cuma dalam mimpi. Di suatu pagi kita akan terbangun dan harus memilih melanjutkan hidup atau terus bermimpi.*
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar