Aku cuma ingin...

30.9.10

Aku menatap jendela. Matahari menembus kaca. Tak ada kau di sampingku. Kau masih amat jauh di sana. Pertanyaanku masih sama. Apakah aku harus merelakanmu? Saat ini dan selamanya. Apakah ini waktu yang tepat untuk melangkah berlawanan arah? Cukup segala gundah dan cukup bertanya, adakah kau pertimbangkan aku barang sedikit saja? Jika sudah selama dan sejauh ini, barangkali memang jawabnya "tidak pernah". Seperti di awal hari dahulu hingga matahari terbenam untuk kita. Jawabnya tetap "tidak".

Dan aku berbisik.. Tuhan.. aku cuma ingin bahagia..

0 comments:

Posting Komentar