Akhir Kemarau

13.9.10

Bersamamu dinginnya menusuk tulang.. Dan kehilanganmu aku meradang, kering kerontang. Daun-daun meranggas, ranting-ranting patah. Aku dalam kemarau panjang.. sangat panjang..

Menanti dalam sabar. Kemarau pun berganti penghujan. Segenap akarku menyerap air. Pembuluh dalam batangku menghantar air hingga ke pucuk-pucuk. Lalu hijau daun bermunculan dan bermula lah kehidupan yang bukan berasal darimu.

Ternyata hidup bukan hanya tentang kau..

0 comments:

Posting Komentar