Kita Lupa Kita ....

7.8.10

Menghela nafas..
Mungkin karena kita sama-sama membawa luka. Karena kita sama-sama sulit menerima. Karena kita sama-sama marah. Karena kita sama-sama terinjak dan tak mampu melawan atau berkata-kata yang dapat ungkapkan rasa. Kita tersudut. Semua kata-kata yang terlontar hanya akan digunakan melawan kita. Karena itu kita berhenti bicara. Dan meyakini bahwa bicara itu tiada gunanya.

Kita.. mencari jalan lain..
Mencari sudut nyaman yang lain. Mencari telinga yang mau mendengar. Mencari bibir yang mampu bertutur lembut dan memberi kecupan manis di sudut wajah yang melelah. Menemukan jemari yang menggenggam erat dan lengan yang sanggup memeluk hangat. Itulah kita..

Tapi.. ini waktunya kita untuk berani, untuk sendiri, untuk angkat bicara dan berkata apa yang kita ingini. Dunia ini bukan tempat yang nyaman teman. Bahkan kawan dalam lelap pun belum tentu belahan jiwa yang selamanya menetap. Meski ia ucapkan cinta padamu.. kerap.

Kita luka teman.. Dan saat bersama.. kita lupa kita luka..

*thanks to Koil, untuk Aku Lupa Aku Luka*

Dan ini selipan lagu miris yang lain:
"My Immortal" by Evanescence

I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
'Cause your presence still lingers here
And it won't leave me alone

These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have
All of me


You used to captivate me
By your resonating light
Now I'm bound by the life you left behind
Your face it haunts
My once pleasant dreams
Your voice it chased away
All the sanity in me


These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along

0 comments:

Posting Komentar