Yang paling buruk dari terluka adalah bukan rasa sakitnya, bukan "darah"nya, bukan perihnya. Tapi bagaimana kita teryakinkan. Bahwa kita tak kan pernah sembuh, bagaimana kita percaya perihnya tak kan berakhir dan lukanya tak hanya berbekas tapi terus menganga.
Lalu.. apakah semua itu benar?
Berapa banyak orang yang pernah terluka dan terus melanjutkan hidupnya? dan berapa banyak orang yang terluka lalu mengakhiri hidupnya?
Hidup mungkin memang bukan tentang suka, tetapi lebih sering tentang luka. Kita terus berjalan dari satu luka ke luka yang lain. Perih, merintih lirih, sedih. Tapi hidup tak lantas berhenti hanya karena kita luka dan tak kunjung reda berputus asa.
Maka jangan terlalu percaya bahwa luka yang kita punya, tak ada obatnya. Waktu menyembuhkan semua, minimal mengeringkan luka, menjawab tanda tanya dan membawa luka lainnya yang buat kita sedikit lupa pada luka sebelumnya..
*Semoga Kau Sembuh - Koil *
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar