Untuk Pulang

7.8.10

Dahulu aku terbiasa untuk meraung-raung saat ada yang hilang, mati atau pergi dan tak kembali. Baik itu barang kesayangan, hewan peliharaan, seseorang yang cuma singgah atau menetap cukup lama dan kemudian pergi.

Tapi ternyata raunganku tak pernah membawa mereka kembali. Mereka malah semakin jauh pergi, hilang dari pandangan dan hanya sesekali saja mampir dalam kenangan. Apapun usahaku untuk membuat mereka tetap tinggal terasa sia-sia.

Dan kini terasa semakin banyak yang telah pergi, nyaris pergi atau akan pergi. Karena mungkin memang tempat kita bukan di sini. Semua ini hanya persinggahan sebelum pulang. Hidup ini cuma halte dan bukan terminal.

Mulai berpikir bahwa hidup ini hanya jalan menuju 'pulang' ..

0 comments:

Posting Komentar