Tahun-tahun berlalu..
Tanpa Ara pernah ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya ingin percaya bahwa lelakinya sekarang sudah bertindak benar dan mereka punya perasaan yang sama dan mereka sebut cinta. Hingga siang itu, Ara harus terisak sendirian. Semua rasa percayanya pada Jo runtuh. Hubungannya berakhir dengan penjelasan yang samar dan sarat penyangkalan. Satu hal yang pasti ia hadapi saat ingin bicara dengan Jo adalah puluhan nada panggil telefon tanpa jawaban.
Ara termenung. "Mungkin ini yang dulu Mita rasain. Sakit. Bingung. Perih. Sampai ia terus ngejar-ngejar Jo ke rumahnya, untuk minta sedikit aja penjelasan. Maafin aku Mit," Ara hanya mampu berkata-kata dalam hati. Air matanya terus mengucur deras dan ia memang tak berniat menghentikannya. Ia akhirnya tertidur dan bangun dengan mata sembap.
Esoknya Ara merasa amat lelah, tapi ia tetap harus berangkat ke kantor. Beberapa teman di kantornya menyadari betapa tatapan Ara masih kosong, seperti hari saat ia mendapat keputusan Jo lewat instant messenger. Ada yang direnggut paksa darinya dan ia belum berhak mendapat penjelasan apapun hingga hari ini. "Sudah genap seminggu Jo," Ara terus membatin.
Ara sudah lelah diam saja, ia harus dapat jawaban, dapat penjelasan, apapun bentuknya. Ia dengan cepat mengetik emailnya di browser, tapi kemudian tidak menuliskan user name dan passwordnya. Ia mengetik akun Jo sambil mencoba mengingat password yang pernah satu kali diberitahukan padanya. Terbukalah akun itu. Ada beberapa email-email Ara yang belum dibaca dalam inbox dan Ara sadar ada beberapa email-nya yang tampaknya tak pernah masuk ke inbox Jo. Ara meneliti surat yang masuk satu demi satu. Tak ada yang aneh.
Tak berhenti di situ, Ara coba mengecek sent items, dan.. 'klik' terbukalah satu email yang dikirim sekitar setahun yang lalu. Ara menemukan baris-baris hangat di dalamnya, curahan perasaan dan permintaan maaf. Tapi baris-baris itu bukan untuknya, bukan juga untuk Mita. Tapi nama itu sungguh tak asing di telinganya. Nama yang sebenarnya belakangan cukup sering disebut Jo. Jika seminggu yang lalu, hatinya hancur, hari ini dunia Ara serasa berhenti seperti berputar.
Sejak setahun yang lalu, ternyata sudah ada seseorang yang berdiri di antara ia dan Jo. Seseorang yang mungkin membuat beberapa perubahan dalam hubungannya. Namun perubahan itu selalu ia sangkal. Segala kecurigaannya selalu ia tepis. Kini ia menekuni baris demi baris yang menyayat hatinya dengan khidmat. "Kamu seseorang buat aku. Aku sayang sama kamu. Maafin aku yang belum bisa selesaian masalah aku dan aku juga gak tahu kapan ini semua bisa selesai. You're my lovely sunshine."
*2007-2008 menjauh karena yang lain berlabuh*
0 comments:
Posting Komentar