Hanya bisa memandangnya dari sebuah jendela berkaca, terbit banyak kata dan menjadi tanya. Akankah perlahan kita lupa, meski sekarang masih luka? Mungkin 'ya', karena bukan kita yang lekat, melainkan aku dan kamu pada pilihan derita. Karena mungkin tak layak bagi kita untuk apapun. Cukup saja derita untuk sementara atau selamanya. Karena bahagia itu mahal harganya, sedangkan untuk derita cukuplah kita persalahkan orang lain karena membuatnya untuk aku, kamu, bukan kita..
*after reading Eleven Minutes - Paulo Coelho*
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar