Terlalu Pekat

3.12.10

Kini semuanya tak lagi sekadar berpusar di kepala. Aromamu bertambah pekat. Kenangan semakin melekat, bahkan di otakku yang tak terlalu baik dalam menyimpan dan mengingat.

Entah apa kau sanggup beranjak lagi. Jika kau tanyakan padaku, jawabanku, "Sepertinya tidak." Tolong tinggal sejenak, lupakanlah waktu, temani air mataku. Teteskan lara, merajut asa, menjalin mimpi, entaskan sepi-sepi. Kira-kira syair lagu itu yang bisa ku pinjam sementara.

Aku kehabisan kata. Jantungku tak berhenti melonjak-lonjak. Tanganku terlalu sibuk menangkap kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari. Aku masih melayang. Aku ada di awang-awang. Tolong jangan ingatkan aku tentang gravitasi. Aku masih ingin di sini. Sebentar lagi...

0 comments:

Posting Komentar