C.I.N.T.A (1)

1.10.10

Judulnya dangdut sangat ya. Tapi sebelum semua menguap dari kepala, sebaiknya saya tulis saja yang teringat, dari perjalanan hari kemarin hingga hari ini. Mulai dari percakapan dalam telefon yang membuat darah mendidih, hingga sebuah pertemuan manis dengan seorang lelaki usia senja yang menuntun saya melihat hidup dari sisi yang lain.

Tak pernah terbayang sebelumnya, setelah sore marah-marah karena orang bodoh bertingkah dan buat hidup orang susah, keesokan harinya saya duduk di kantor seorang kakek, mantan pejuang. Aku mendengarkannya bercerita hingga berkaca-kaca.. dan dia bicara soal C.I.N.T.A. Sungguh kalau ingat lagu yang lagi "in" sekarang bakal mual-mual. Tapi cerita kakek ini justru bikin kita bisa berefleksi.

Awalnya dia bertanya, "Tuhan itu menciptakan perempuan ada yang cantik dan ada yang jelek. Bener?" Aku cuma bisa menjawabnya dengan bercanda, "Yah pak, cantik itu relatif, kalo jelek mutlak." Dia ga menyalahkan jawabanku. Dia lalu coba menjelaskan, bahwa yang bisa bikin semua berbeda itu cinta. "Misalnya, meskipun saya punya istri gak cantik, tapi saya cinta, dia jadi terlihat cantik sekali," kata dia. Eheemm.. saya tertohok untuk pertama kali di ruangan itu. Kakek manis sekali ya!!

Lalu dia mengulangi tiga hal penting yang ia tekankan di awal ceritanya, bahwa sebagai manusia, kita harus pegang tiga hal, yaitu "Keberanian, Kesadaran dan Kesabaran". Tiga hal ini akan jadi cerita panjang yang kayaknya ga bakal sanggup saya tulis di satu posting. Satu contoh kasus soal kesabaran yang masih berhubungan dengan cinta dari sang kakek adalah kisah menunggu istrinya berdandan.

"Perempuan itu kalau dandan, bisa lamaaa sekali. Mau ke undangan bisa dandan dua jam. Mungkin sekarang banyak laki-laki yang kesal nunggunya. Tapi kalau kita coba sabar. Gak usah dimarahin. Ga usah bilang lama amat!! Sabar aja, kita tunggu. Begitu dia keluar, kita kaget. Ya Allah.. istri saya cantik sekali ya!! Akhirnya bapak gak jadi ke undangan, malah ke kamar," ujarnya sambil tertawa geli.

Saya jadi berpikir, berapa banyak ya laki-laki sekarang yang tabah nunggu istrinya dandan, gak usah pake marah?? Hehe...

Dan ini yang paling menohok.. dan mudah-mudahan cerita lengkapnya bisa berlanjut ke C.I.N.T.A (2) atau (3).

"Berani itu penting. Berani berbuat. Berani bertanggung jawab. Jangan kayak orang-orang sekarang. Berani berbuat tapi pas harus tanggung jawab, ngomong saja tanggung-tanggung..." (B e r s a m b u n g...)

*Kita gak pernah tahu akan bertemu siapa esok lusa. Iblis kah? Malaikat kah? Tapi rekatkanlah pikiran baik di dalam kepala. Karena pikiran itu yang akan menarik nasib, termasuk soal siapa yang akan kau temui esok lusa. Saat kau terus mengingat/mengharapkan seseorang, Tuhan akan bicara padamu tentangnya dengan mengirim berbagai tanda (baik atau buruk). Jadi, siapa yang ingin kau temui esok lusa? Seorang bajingan kah? Seorang penuh cinta kah?

2 comments:

Astri Kurnia mengatakan...

Aku udah baca ini dari hari Jumat Vy..tapi karena bacanya pas jam pulang jadi baru sempet ngomen sekarang.. ;-)

Inspiring. It's a really nice share Ivy..i love it so much.. :-) Jadi ingin kenal si kakek dan denger banyak ceritanya nih..or at least dikenalin sama cucu lelakinya si kakek laaaah..(berharap romantisme adalah sifat turun-temurun)*jiaaaaah* :-p

Ditunggu C.I.N.T.A (2), (3), dan seterusnya yaaa.. :-) Keep up the good blog.. \(^_^)/

Eve mengatakan...

Terima kasih ya acyw.. aku berharap bisa dapet banyak cerita lagi dari dia.. dan berharap dia beneran punya cucu yg romantis.. ahahaha.. :p

Posting Komentar