Tuhan.. jika Engkau berkenan. Mari kita bicara berdua saja. Aku sudah lelah mengakali keadaan. Aku sudah tidak mengerti lagi harus berusaha apa. Sudah ku kejar, sudah ku tinggalkan, sudah ku kejar lagi dan akhirnya aku harus menyerah kalah seperti pecundang.
Aku tidak tahu, tapi mungkin ini cara-Mu untuk menunjukkan dan memaksaku hanya percaya dan bergantung pada-Mu dan melepaskan segala ketakutan. Memasrahkan jalan terbaik, skenario terbaik, takdir terbaik di tangan-Mu. Tak usah mencemaskan masa depan. Biarkan semua berjalan. Lakukan saja yang terbaik hari ini.
Entah nanti aku akan bersama siapa atau tetap sendirian. Entah aku akan ada dimana dan melakukan apa. Semua masih misteri yang diselubungi kabut gelap. Dan dalam semua kegelapan ini. Aku hanya harus percaya pada-Mu. Melakukan apa yang Kau perintahkan.
Harus ku pupus bayangan dan impian untuk melakukan kekerasan, meskipun mungkin itu membahagiakan. Harus ku enyahkan imajinasi bahwa aku akan puas setelah melancarkan segala rencana yang ada di kepala. Harus ku lepaskan semuanya. Aku sudah berusaha sekuat tenaga dan gagal adanya. Sekarang semua terserah pada-Mu. Aku akan berusaha tak lagi mengotori tanganku sendiri.
Esok lusa aku masih tak tahu akan bagaimana. Tolong jangan lepaskan tali yang sudah ku ikat erat pada-Mu. Aku percaya Kau tak akan mengecewakan.
*Tuntutan seorang hamba pada Tuannya.. Dalam pertanyaan mengapa mereka bisa bahagia dan aku tidak?
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu



