Tak beranjak dari pembaringan, lelah dan penat. Mataku sembap, rupanya menangis dalam tidur. Akan berbuat apa kau hari ini 'Si Hebat'? Ayo tunjukkan pada dunia kalau kau memang dahsyat. Otakmu brilian, sikapmu elegan. Tak usah pentingkan kehadiran orang lain. Tapi ternyata mengangkat kepala pun aku sulit. Mendadak sakit kepala datang menghampiri. Suhu tubuhku meninggi dan aku mulai menggigil. Sesaat aku terdiam, menganalisa diriku sendiri. Hingga hampir tengah hari, aku tak beranjak dari tempat yang sama. Menahan gengsi dan harga diri. Tapi rupanya tubuhku tak mau kompromi. Aku menyerah dan perlahan meraba-raba sisi tempat tidur mencari telepon genggam. 'Si Hebat' harus menghubungi seseorang. Ketemu! Ku buka tombol kunci di ponsel itu. Setelahnya bimbang.. "Siapa yang harus ku hubungi?" bergumam dalam hati. Sepuluh menit bertahan dan akhirnya menyerah. Ku pijit nomormu. Terdengar suara di seberang sana, "Maaf nomor yang Anda tuju, sedang tidak aktif." Sial! Aku berpikir, "Siapa lagi yang bisa aku hubungi?"
Tak lama terdengar dering panggilan telepon. Ku angkat ponselku dan sebuah teriakan mengejutkanku. "Bodoh.. lo putus? John baru telfon gw, dia bilang mau nikah dua hari lagi. Tetapi bukan sama lo."
.....Ngiiiiiinnngggggg.....
Lalu, cuma ada sunyi yang panjang.....
-around08-
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar