Balada Cucu Adam-Hawa

27.4.10

Akhirnya takdir dan keinginan mempertemukan kembali Adri dan Hani. Menyapa..kemudian duduk di meja yang sama. Saling menatap meski tak lama dan bicara tanpa embel-embel cinta. Hanya mengeluarkan isi kepala dan menyelesaikan yang seharusnya.

Begitulah kehidupan dan misterinya. Manusia tak kuasa menolak saat cinta menyapa, berjanji setia, menentang penghalang, berjuang bersama.

Enam tahun yang lalu, tak pernah terbayang semua berakhir dan keduanya saling melepaskan bukan dalam nama cinta. Karena kata itu ternyata sudah menguap entah kapan dan kemana. Datang.. singgah sebentar.. lalu hilang..

Malam itu sekadar mengobrol basa basi, menanyakan kabar keluarga dan usai. Sadar bahwa yang telah pergi, mungkin tak pernah kembali. Dan berjalan ke arah yang sama sekali berbeda adalah cara terbaik menyembuhkan hati.

Tak ada lagi kupu-kupu warna-warni. Tak ada lagi degup kencang denyut nadi. Meski tak menabuh genderang perang, semua sudah usang. Bahkan cinta yang pernah diteriakkan dengan lantang.

"Apa yang menetap? Apa yang hilang?"

-26410- night

2 comments:

zenitsia mengatakan...

Yang menetap adalah senyummu...
seolah percaya bahwa cinta masih ada meski tak lagi pekat di udara.

Yang hilang adalah senyumku...
sebab aku tahu jalanku menuju bukan lagi beriringan denganmu.

Eve mengatakan...

:) sweet dear .. thnk u..
senyumku menetap untuk cinta yang tak hilang..

Posting Komentar