Aku masih mengenangmu dalam diamku. Sapuan angin, udara beraroma dan kilat lampu lalu lintas menggodaku mengingat wajahmu.
Betapapun kau buat aku sakit, di sini selalu ada maaf untukmu. Maaf yang masih membuatku mampu melihatmu lewat kaca jendela.
Maaf yang masih menghadirkanmu dalam bunga tidurku. Meski bahkan dalam mimpi pun kau tak pernah menjadi seperti yang aku mau.. dan mungkin tak akan pernah..
Aku tidak memintamu untuk menjadi sesuatu yang aku mau. Cukup bagiku, kamu dengan semua keindahan dan semua kekuranganmu.
Aku bisa menerimamu apa adanya. Termasuk saat kau memutuskan untuk tak tinggal.
Pergilah..
Aku tetap menerima semua apa adanya..
Beautiful in its own way.. Just let it be... my dear.. :)
-22410- Noon
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu
0 comments:
Posting Komentar