Just wondering..

15.4.10

Seperti biasa.. jika ada yang selesai dan sulit diterima, maka yang muncul adalah pertanyaan "kenapa". Kenapa begini.. Kenapa begitu.. Kenapa semua ini? 

Mengingat sekilas, beberapa tahun yang lampau.. Saat itu "friendster" menjadi sarana untuk membagi sesuatu yang "manis" antara dua orang yang katanya sedang jatuh cinta. Tidak ada masalah, tidak ada yang salah dengan itu. Hingga satu hari badai menyapu pantai. Bahasa yang lebay untuk menganalogikan hubungan yang kandas di tengah jalan. Aku tetap menjadi aku.. hanya sedikit merombak situs yang sekarang manisnya hanya bisa dikenang saja. Ini kulakukan supaya bisa menjawab pertanyaan yang datang, meski ku jawab secara tidak langsung. Jika seseorang menengok profilku, jelas sudah.. dan urung bertanya "Ada apa? Kenapa? Bagaimana?" Profilku sudah menjawab secara tidak langsung, "Ya, begitu saja!" 

Tapi yang tidak terduga adalah, saat seseorang yang pernah manis ini, kemudian memutuskan untuk men-delete akun-nya.. Tak berapa lama setelah kami berkata "selamat tinggal". Aku bingung.. Jika tidak ada masalah, tidak ada yang disembunyikan dan semua baik-baik saja. Kenapa harus ada aksi delete-mendelete ya? Hal ini pernah berputar-putar di kepalaku untuk beberapa saat. Hingga akhirnya, aku berpikir, ya sudah biarkan saja, toh bukan aku yang berubah, toh bukan aku yang sembunyi, bukan aku yang menarik diri dari peredaran. Mungkin dia merasa ada yang salah, jika terus "memasang" dirinya di dunia maya. Mungkin ada banyak hal yang dia tak ingin aku tahu. Ingin tetap misterius..

Sudahlah.. waktu terus berjalan.. hingga ini terjadi untuk yang kedua kali.. Namun sekarang urusan delete-mendelete tidak lagi menimpa akun "friendster" namun "facebook". Karena memang "facebook" sedang "in" saat ini.  Sekarang, apakah aku harus mengajukan pertanyaan yang sama? Hmm.. kenapa ya? Semua jadi begitu misterius.. hehehe...

0 comments:

Posting Komentar