skip to main |
skip to sidebar
at
05:11
Aku masih ingin menghormatimu. Aku menyempatkan untuk menjengukmu. Meski sekarang yang tersisa hanya asing untuk kita. Aku dan kamu seperti tidak pernah jadi sesuatu. Tapi itulah yang nyata hari ini, esok dan lusa. Tak pernah terbayang sebelumnya, aku bisa berlari sejauh ini tanpa kamu. Terima kasih untuk masa lalu. Semoga bahagia masa kini dan semakin indah masa depan..
*Untuk aku, kamu dan cerita kehidupan yang lagi-lagi tak pernah terduga arahnya..
*Aku mencintaimu.. pernah.. Aku mengenangmu.. saat luang waktu.. Aku masih inginkan kamu.. itu tanda tanya besar..
*Damailah semuanya.. sembuhlah luka..
at
23:30
Mungkin Tuhan sedang marah atau Ia sudah jengah, mendengar aku merengek. Ia benar-benar melakukan sesuatu. Tiap kali aku mengingatmu, Ia menambahkan beban bagiku. Bahkan kini untuk menutup mata dengan tenang pun aku berkejaran dengan waktu. Terlalu banyak yang harus dilakukan dan semua menguras habis pikiranku, hingga untuk mengingatmu dan merasakan perih itu benar-benar harus menyisihkan waktu.
Tuhan.. Apakah Kau sedang marah padaku? Atau Kau sedang membantuku dengan caraMu yang selalu mengundang keluhku..
at
12:42
Yang paling buruk dari terluka adalah bukan rasa sakitnya, bukan "darah"nya, bukan perihnya. Tapi bagaimana kita teryakinkan. Bahwa kita tak kan pernah sembuh, bagaimana kita percaya perihnya tak kan berakhir dan lukanya tak hanya berbekas tapi terus menganga.
Lalu.. apakah semua itu benar?
Berapa banyak orang yang pernah terluka dan terus melanjutkan hidupnya? dan berapa banyak orang yang terluka lalu mengakhiri hidupnya?
Hidup mungkin memang bukan tentang suka, tetapi lebih sering tentang luka. Kita terus berjalan dari satu luka ke luka yang lain. Perih, merintih lirih, sedih. Tapi hidup tak lantas berhenti hanya karena kita luka dan tak kunjung reda berputus asa.
Maka jangan terlalu percaya bahwa luka yang kita punya, tak ada obatnya. Waktu menyembuhkan semua, minimal mengeringkan luka, menjawab tanda tanya dan membawa luka lainnya yang buat kita sedikit lupa pada luka sebelumnya..
*Semoga Kau Sembuh - Koil *
at
12:08
Time changed many things in life including feeling. Today i know you're not my yellow anymore. I've let you go.. and years ago is just years ago and i've learned from there. We'll always have a secret chamber, but we can choose not to open it again. For good sake.
Though the past passing by once more, it doesn't mean we have to walk backward. Maybe it's just a sign that we have to keep moving on. They visited us just to say goodbye once more. So keep running on our track.
Not everything that says "hello" mean to stay. Neither temporary nor forever..
at
23:17
Tentang Kau
Kau memandang .. aku tersenyum
Kau bicara.. aku belajar
Kau minta.. aku berikan
Kau menekan.. aku melawan
Kau bentak.. aku diam
Kau keluarkan semua.. aku menunduk
Kau maki.. aku mengalir
Kau bilang maaf.. aku mengangguk.. pergi
Tentang Aku
Aku bicara.. kau diam
Aku minta.. kau tak bisa
Aku mohon.. kau bergeming
Aku berlinang.. kau ucap "mohon pengertian"
Kita?
habis aku.. habis kau..
habis kata.. dan apa guna bicara?
-26210-
at
23:11
Kali ini .. kembali terantuk batu.. dan aku menoleh ke masa lalu..membaca lagi sebuah file yang ku pikir sudah basi, busuk, dan berbau. Tersadar betapa saat itu aku enggan untuk membaca, mendengar, menyimak, apalagi mengerti.. Aku hanya marah, pada keadaan, pada orang-orang dan terutama padamu.. Setahun berlalu dan aku masih juga berjalan dalam bayang-bayang.
Meskipun aku mengerti, bukan berarti aku membenarkan sikapmu. Karena buatku sebenarnya mungkin masih ada yang bisa kita lakukan saat itu. Tapi kau memang memilih menyerah dan sejuta alasan bisa direka. Maaf jika aku sudah enggan menerima alasan. Kini, cukup saja aku mengerti bahwa memang ada hal yang tak bisa ku paksakan. Meski aku merintih, memohon, melolong atau berlutut di hadapanmu. Duniamu bukan duniaku. Sikapmu bukan sikapku. Caramu menyelesaikan masalah, jelas bukan caraku..
Sudahlah.. meski aku masih sedikit gundah.. tapi sekarang aku bisa mengerti..
-26210-
at
23:10
He knew that i can like a song because of the lyrics
He knew when i didn't want to tell him something
He knew that i really love to eat
He knew that i like to read
He knew that i like to buy books
He knew that i love ariel, peterpan, coldplay, oasis and et cetera
He knew that i will understand him
He knew that i will be strong
He knew me well
but.. did he know where he's going?
I didn't know.. and maybe i won't ever know..
confusing..
-3310-
at
22:45
When i feel love
I don't think about strategy
Coz i'm not playing chess
I don't think about how much i will bet
And i don't think it is a game
I don't do betting
I'm just standing here
Hoping not to be ignored
But if i should leave
I will walk with honor
Cause i've fighted for the one i love
*i did not bet for u and i didn't take u for granted*
at
20:01
Cantik.. hari ini kamu ulang tahun. Kamu genap dua tahun. Sudah mulai besar. Dan aku tahu, kamu pasti tambah cantik dan pintar. Kamu masih suka bunyi pesawat? Kamu masih suka ikut sapu-sapu lantai? Rambutmu masih berombak? Sudah bisa nyanyi apa ya sekarang?
Selamat ulang tahun ya cantik. Semoga kamu selalu jadi anak yang bahagia..
at
03:48
Until now I'm still falling to pieces. You're still wearing your ring and I mean nothing. I don't know what are the meaning of all your words. I don't wanna believe it were all lies but I couldn't see that those are real until now.
We've passed two Ramadhan behind, and there's no third. Since years ago, i have known we have no future.
And I wanna ask God, from now on, please clean my mind and heart from you. Please take away these pain. Please take me somewhere far away. To the place where I can't remember how cruel and mean you were.. we were..
God please.. Honestly sometimes I just wanna end my journey. Too painful.. Too tired and I'm hopeless..
I'm wasted..
at
09:05
Salah jika kau pikir, kata-kata manismu lah yang membuat aku kuat dan bertambah rasaku untukmu. Lebih salah jika kau pikir bahwa sentuhan acakmu lah yang menyamankan aku.
Sungguh bukan itu..
Aku lebih kuat jika kau tak mengumbar kata, tapi melakukan sesuatu yang nyata. Dan aku lebih kuat jika kau menahan untuk menyentuhku semaumu, dengan dalih menyamankan aku.
Mungkin ini beda perempuan dan lelaki. Pada akhirnya bukan kata-kata atau sentuhan yang aku inginkan.
Aku.. Perempuan.. Inginkan sesuatu yang kau lakukan sepenuh hati, yang kau lakukan dengan pertanggungjawaban. Dan aku sangat menghargai bagaimana kau tepati janji.
Itu yang buat aku luluh.. Dan aku tak ingin lagi sesuatu yang membutakan, merapuhkan, apalagi meluluhlantakkan.
Sebesar apa cintaku untukmu? Jawabnya ada pada bagaimana kau menghormatiku?
at
17:40
Since that time, i can't use words anymore. I just have to see the signs. And an empty cup of coffee on the table in one quiet afternoon could make me sure that you're just OK.. -2810-
at
15:48
Untukmu yang masih jadi 'tersayang'..
Ku pikir sudah habis kata-kata setelah ku tumpahkan dalam puluhan posting. Ternyata belum. Ternyata masih ada. Aku sudah jengah bicara dengan lisan pada siapa pun tentang perasaanku untukmu. Cukup saja di sini aku katakan bahwa disela-sela hari, kamu masih melintas dalam pikiranku. Masih ada pertanyaan, 'Apakah kau baik-baik saja?'
Meski harus ku akui ada rasa nyeri yang terselip di antara kenangan-kenangan yang melintas itu, hingga terkadang jatuh air mataku.
Bersabarlah untukku dan untukmu. Mungkin lebih baik sampai habis aku berujar di sini. Di pojok kecil yang saat ini masih mayoritas tentangmu dan tentang aku.
Cukup gila untuk menyadari aku ternyata bisa begini..
at
14:56
Menghela nafas..
Mungkin karena kita sama-sama membawa luka. Karena kita sama-sama sulit menerima. Karena kita sama-sama marah. Karena kita sama-sama terinjak dan tak mampu melawan atau berkata-kata yang dapat ungkapkan rasa. Kita tersudut. Semua kata-kata yang terlontar hanya akan digunakan melawan kita. Karena itu kita berhenti bicara. Dan meyakini bahwa bicara itu tiada gunanya.
Kita.. mencari jalan lain..
Mencari sudut nyaman yang lain. Mencari telinga yang mau mendengar. Mencari bibir yang mampu bertutur lembut dan memberi kecupan manis di sudut wajah yang melelah. Menemukan jemari yang menggenggam erat dan lengan yang sanggup memeluk hangat. Itulah kita..
Tapi.. ini waktunya kita untuk berani, untuk sendiri, untuk angkat bicara dan berkata apa yang kita ingini. Dunia ini bukan tempat yang nyaman teman. Bahkan kawan dalam lelap pun belum tentu belahan jiwa yang selamanya menetap. Meski ia ucapkan cinta padamu.. kerap.
Kita luka teman.. Dan saat bersama.. kita lupa kita luka..
*thanks to Koil, untuk Aku Lupa Aku Luka*
Dan ini selipan lagu miris yang lain:
"My Immortal" by Evanescence
I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
'Cause your presence still lingers here
And it won't leave me alone
These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase
When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have
All of me
You used to captivate me
By your resonating light
Now I'm bound by the life you left behind
Your face it haunts
My once pleasant dreams
Your voice it chased away
All the sanity in me
These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase
I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along
at
12:48
Dahulu aku terbiasa untuk meraung-raung saat ada yang hilang, mati atau pergi dan tak kembali. Baik itu barang kesayangan, hewan peliharaan, seseorang yang cuma singgah atau menetap cukup lama dan kemudian pergi.
Tapi ternyata raunganku tak pernah membawa mereka kembali. Mereka malah semakin jauh pergi, hilang dari pandangan dan hanya sesekali saja mampir dalam kenangan. Apapun usahaku untuk membuat mereka tetap tinggal terasa sia-sia.
Dan kini terasa semakin banyak yang telah pergi, nyaris pergi atau akan pergi. Karena mungkin memang tempat kita bukan di sini. Semua ini hanya persinggahan sebelum pulang. Hidup ini cuma halte dan bukan terminal.
Mulai berpikir bahwa hidup ini hanya jalan menuju 'pulang' ..
at
13:55
Tak pernah ada kiriman email. Tak ada satu pun janji yang pernah terucap ditepati. Semua nyata omong kosong. Semua nyata masa lalu. Semua nyata yang semu. Dan aku hanyalah seorang bodoh yang terperangkap sesuatu yang ambigu. Tak ada bedanya masa kini dan waktu dulu. Aku masih di sini menunggumu. Kamu atau bayanganmu atau orang-orang yang mirip denganmu. Tapi sayang mereka tak pernah bisa jadi sepertimu.
Tapi.. ini tetap untuk aku.. Bukan untukmu..
Benar kata Paulo Coelho - air mata itu untuk dituliskan..
-3810-
at
19:00
Hey! Kau yang di sana!
Aku tahu kau tak pernah menengok pojok ini. Tapi mungkin di suatu masa. Saat kau tak sengaja menemukannya, atau saat Dia menunjukannya padamu. Mungkin pada saat itu, kau akan mengerti. Bahwa sampai hari ini aku masih seperti dulu. Meski kita sudah tinggal di "dunia" yang berbeda dan tak lagi saling tahu menahu.
Berbahagialah kau dan berbahagialah aku.. Kita tak nyata selama masih di atas dunia..