Menunggu yang Berlalu

13.2.11

Aku menunggu dan kau pun berlalu. Saat ini memang bukan waktumu untuk duduk diam bersamaku. Ada jalan lain yang menunggu, ada arah lain yang dituju. Dan di saat itu aku belajar untuk memahami jika pun pernah satu, kita adalah dua yang bersatu. Bukan satu yang akan selamanya bersatu.

Sungguh aku ingin kau menungguku, seperti aku yang membeku dan tak terpaku pada waktu. Tapi kau bukan aku, demikian pula aku bukan kamu. Kita dua dan berbeda. Saat bersatu kita coba mencari suatu yang sama dan berusaha untuk tetap bersama.

Di sisi lain, kita belajar memahami bahwa Tuhan dengan masa-Nya adalah pengatur misteri kehidupan. Dan kita pun bertanya, sampai kapan harus menunggu? Sampai kapan kita bersama dan bila kita akan dipisahkan? Dan semua kembali pada-Nya dan kuasanya memegang rahasia.

Dan aku menunggu saat kau pun berlalu...

*tentang kesepian yang masih kerap menghampiri


1 comments:

Anonim mengatakan...

Dalam hatinya, dia tidak pernah berlalu... bahkan sampai saat ini... mungkin sampai selamanya... Dia selalu memandangmu dan mengkhawatirkanmu...
Doa pada-Nya selalu untukmu dan kebahagiaanmu...

Posting Komentar