Sungguh aku ingin kau menungguku, seperti aku yang membeku dan tak terpaku pada waktu. Tapi kau bukan aku, demikian pula aku bukan kamu. Kita dua dan berbeda. Saat bersatu kita coba mencari suatu yang sama dan berusaha untuk tetap bersama.
Di sisi lain, kita belajar memahami bahwa Tuhan dengan masa-Nya adalah pengatur misteri kehidupan. Dan kita pun bertanya, sampai kapan harus menunggu? Sampai kapan kita bersama dan bila kita akan dipisahkan? Dan semua kembali pada-Nya dan kuasanya memegang rahasia.
Dan aku menunggu saat kau pun berlalu...
*tentang kesepian yang masih kerap menghampiri

1 comments:
Dalam hatinya, dia tidak pernah berlalu... bahkan sampai saat ini... mungkin sampai selamanya... Dia selalu memandangmu dan mengkhawatirkanmu...
Doa pada-Nya selalu untukmu dan kebahagiaanmu...
Posting Komentar