T.a.k.d.i.r.

20.1.11

Siapa yang mampu melawan kuasa-Nya?

Tiba-tiba ingin menulis soal ini di siang yang dingin dan terasa masih berawan. Melepaskan semua kecemasan, kegundahan dan ketakutan tak berujung yang datang, pergi dan datang lagi..

Tak pernah aku menggurat tinta di atas kertas bahwa aku berencana bertemu denganmu. Aku hanya mengikuti jalur kehidupan dengan semua hiruk-pikuk dan naik-turunnya. Hingga suatu hari aku melihatmu, bicara denganmu dan sempat mengenggam tanganmu erat. Sejak itu semua mengalir deras tak tertahan..

Kemudian semua terkecap.. Bukan hanya yang terasa manis.. perihnya luka, pahitnya kecewa, asinnya air mata sudah singgah di 'lidah' kehidupanku. Tanpa kuasa aku menolak, tanpa kekuatan untuk menahan. Hanya doa yang terus meluncur dari lisanku, "Tuhan maafkan aku, bawa kami kemana pun jika itu baik menurutmu."

Dan aku berserah pada Tuhan dengan takdir-Nya..

pic: xantosw.com

*disimpan dari beberapa bulan yang lalu

Burung dan Dahan

Ada beberapa yang datang, menyatakan perasaan lalu terbang entah kemana. Hinggap di dahan yang lain, berkicau di hijau daun yang lain, setelah sebelumnya bekata pada sebuah dahan, bahwa di dahan itulah ia merasa nyaman dan akan memilihnya sebagai tempat bertengger selamanya.

Kemudian ia terbang dan melupakan semua kata-kata, janji yang pernah terucap, terbang tinggi lagi, berkelana lagi. Entah pernah memikirkan nasib dahan yang pernah ia singgahi, atau tak pernah peduli lagi. Masih banyak dahan yang lain. Masih bisa terbang tinggi. Masih banyak pohon untuk disinggahi..

Janji bukanlah apa-apa untuknya. Perjalanan untuk berkelana lebih utama.. 

pic: q80s.com

*sudah terlalu lama disimpan, jadi lebih baik diposting saja..

Kekerasan itu Ada, Mungkin Anda Mengalaminya?

13.1.11

Untuk siapa pun yang sedang berada dalam sebuah relasi dan merasa ada sesuatu yang salah dan berusaha menjustifikasinya sehingga menjadi benar, tolong lanjutkanlah membaca..

Jika anda atau kita merasa ada yang salah, mungkin memang ada yang salah. Segala hal dalam sebuah hubungan mungkin tidak selalu berjalan indah dan nyaman, tetapi jika sudah ada yang terasa salah, maka sekali lagi, mungkin memang ada yang salah.

Menjadi superior dan berada "di atas" orang lain mungkin menyenangkan. Namun untuk berada "di atas" tidak harus ditempuh dengan menyakiti, menyiksa, merendahkan dan menghina orang lain bukan? Apalagi dengan embel-embel "cinta". Apakah pantas kata itu diucapkan jika yang dilakukan hanya memaki, mencerca? Mari kita pikir ulang. Berada "di atas" dapat dilakukan melalui hal yang positif. Dengan berprestasi di kantor atau menghasilkan karya-karya yang baik.

Untuk anda yang merasa ada yang salah dengan relasinya, coba ikuti link ini http://helpguide.org/mental/domestic_violence_abuse_types_signs_causes_effects.htm . Di situ anda akan menemukan banyak hal soal kekerasan dalam relasi romantik/percintaan, juga relasi pertemanan.

Beberapa hal soal kekerasan dan penyiksaan yang sangat perlu untuk diingat, yaitu:

  • Anda layak untuk merasa berharga, dihormati dan merasa aman.
  • Kekerasan biasanya dilakukan untuk satu tujuan, yaitu mendapatkan kontrol penuh atas diri anda.
  • Penyiksa anda tidak akan bertindak adil (fair). Ia akan menggunakan rasa takut, rasa bersalah, rasa malu dan intimidasi agar anda bertekuk lutut padanya.
  • Penyiksa anda juga akan mengancam, menyakiti anda dan orang-orang di sekitar anda.
  • Penyiksaan tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga emosional. Penyiksaan fisik memang akan terlihat lebih nyata, namun penyiksaan secara emosional dapat menghancurkan perasaan bahwa diri anda berharga, mengarahkan anda pada kecemasan dan depresi, juga memunculkan rasa tidak berdaya dan sendirian.
  • Tidak ada yang layak merasakan penyiksaan seperti ini dalam jangka waktu yang panjang, anda punya hak untuk menghentikannya, dan langkah pertama adalah mengenali apakah situasi yang anda alami merupakan bentuk penyiksaan.

Kita semua berhak dicintai, diterima apa adanya, diperlakukan dengan layak, merasa nyaman dan aman. Jika anda selalu merasa salah, jika anda melakukan kesalahan dan tidak termaafkan/dimaafkan, bahkan kesalahan anda dibuat menjadi alasan bahwa anda layak untuk disiksa, kenali tanda ini, jangan diam! Hal ini terjadi, bahkan di sekeliling kita. Namun tak semuanya terkuak. Tak semuanya muncul ke permukaan.

Sekali lagi, saya hanya ingin berkata:

Kita semua berhak dicintai, diterima apa adanya, diperlakukan dengan layak, merasa nyaman dan aman. Tidak ada yang berhak merendahkan, menghina dan menyiksa kita habis-habisan. Hentikan sebelum terlambat!

*Tulisan ini didedikasikan untuk seorang korban yang dilaporkan sebagai "penyiksa" oleh seseorang yang justru menyiksanya.