T.a.k.d.i.r.

20.1.11

Siapa yang mampu melawan kuasa-Nya?

Tiba-tiba ingin menulis soal ini di siang yang dingin dan terasa masih berawan. Melepaskan semua kecemasan, kegundahan dan ketakutan tak berujung yang datang, pergi dan datang lagi..

Tak pernah aku menggurat tinta di atas kertas bahwa aku berencana bertemu denganmu. Aku hanya mengikuti jalur kehidupan dengan semua hiruk-pikuk dan naik-turunnya. Hingga suatu hari aku melihatmu, bicara denganmu dan sempat mengenggam tanganmu erat. Sejak itu semua mengalir deras tak tertahan..

Kemudian semua terkecap.. Bukan hanya yang terasa manis.. perihnya luka, pahitnya kecewa, asinnya air mata sudah singgah di 'lidah' kehidupanku. Tanpa kuasa aku menolak, tanpa kekuatan untuk menahan. Hanya doa yang terus meluncur dari lisanku, "Tuhan maafkan aku, bawa kami kemana pun jika itu baik menurutmu."

Dan aku berserah pada Tuhan dengan takdir-Nya..

pic: xantosw.com

*disimpan dari beberapa bulan yang lalu

0 comments:

Posting Komentar