
Semua jadi tua, meski tak berarti jadi dewasa. Semua berbuat kesalahan meski tak selalu meminta ampunan. Wajahmu sudah terlalu lelah untuk sembunyikan semua resah, karena ingin tutupi rasa bersalah. Kehidupan tak pernah lagi sama, seperti sebelum kau berdiri di simpang jalan. Seribu tanya menghampiri, tuntut penjelasan atas semua yang terjadi. Tapi tak ada satu jawaban pun yang pasti, mengingat hidup memang misteri. Lalu untuk apa paksakan kebenaran atas sesuatu yang mungkin tak pernah terjadi? Waktu terus berlari, perlahan sembuhkan luka di hati. Hingga tak terasa lagi perih menggelayuti. Seperti layaknya hujan yang menyirami tanaman kering. Membuka pintu maaf ternyata memang tenangkan jiwa. Berikan cahaya di ruang hati tergelap dan pulihkan jiwa yang compang camping. Melihat ke belakang lagi? Aku rasa tak perlu. Aku berhenti cari jawaban karena terlalu banyak kemungkinan yang bisa buat kepalaku pecah.
-1418-
0 comments:
Posting Komentar