Dengan Menulis

14.1.08


Dengan menulis, aku belajar bersabar, merunutkan pikiran, menuangkannya dalam satu buah kata, yang terangkai dalam sebuah kalimat. Bangunan kalimat itu menjadi rantai paragraf, yang di ujungnya terjuntai benang untuk menyambung bait selanjutnya.
Dengan menulis, aku belajar untuk tak naif, karena dari hal sederhana sekalipun, tak mampu ku tangkap semua fakta. Tulisan ku hanya sepenggal potret dari pecahan kehidupan. Tak mampu mengungkap semua hal yang tertangkap indera.
Dengan menulis, aku belajar untuk membuat pilihan, menentukan tempat berpijak, sehingga mantap arah melangkah.
Dengan menulis, aku mencoba untuk keluar dari kungkungan raga dan pikiranku sendiri. Mengembara ke alam pikiran orang lain, menangkap sepenggal peristiwa yang mungkin kita rasa bersama.
Dengan menulis, aku belajar untuk menerima kegagalan, melakukan perbaikan, dan terus berjalan sampai ada perhentian.
Dengan menulis, aku menyadari bahwa aku tak sempurna, selalu ada kekurangan, karena kehidupan memang hampir tak pernah terasa lengkap. Layaknya tulisan kekurangan bahan atau seperti muntahan yang tak keruan.
Dengan menulis, aku belajar untuk terus berusaha. Meskipun sulit, harus ada yang terukir hari ini.
Dengan menulis, aku tahu bahwa hal sederhana, lebih rumit dari apa yang bisa terbayangkan. Seperti hujan. Ia peristiwa biasa dalam kehidupan. Namun cukup sulit untuk dijelaskan dalam beberapa kata saja, karena setiap tetes air yang jatuh ke bumi, mungkin punya kisahnya sendiri..
-14108-

0 comments:

Posting Komentar