skip to main |
skip to sidebar
at
14:24
Dengan menulis, aku belajar bersabar, merunutkan pikiran, menuangkannya dalam satu buah kata, yang terangkai dalam sebuah kalimat. Bangunan kalimat itu menjadi rantai paragraf, yang di ujungnya terjuntai benang untuk menyambung bait selanjutnya.
Dengan menulis, aku belajar untuk tak naif, karena dari hal sederhana sekalipun, tak mampu ku tangkap semua fakta. Tulisan ku hanya sepenggal potret dari pecahan kehidupan. Tak mampu mengungkap semua hal yang tertangkap indera.
Dengan menulis, aku belajar untuk membuat pilihan, menentukan tempat berpijak, sehingga mantap arah melangkah.
Dengan menulis, aku mencoba untuk keluar dari kungkungan raga dan pikiranku sendiri. Mengembara ke alam pikiran orang lain, menangkap sepenggal peristiwa yang mungkin kita rasa bersama.
Dengan menulis, aku belajar untuk menerima kegagalan, melakukan perbaikan, dan terus berjalan sampai ada perhentian.
Dengan menulis, aku menyadari bahwa aku tak sempurna, selalu ada kekurangan, karena kehidupan memang hampir tak pernah terasa lengkap. Layaknya tulisan kekurangan bahan atau seperti muntahan yang tak keruan.
Dengan menulis, aku belajar untuk terus berusaha. Meskipun sulit, harus ada yang terukir hari ini.
Dengan menulis, aku tahu bahwa hal sederhana, lebih rumit dari apa yang bisa terbayangkan. Seperti hujan. Ia peristiwa biasa dalam kehidupan. Namun cukup sulit untuk dijelaskan dalam beberapa kata saja, karena setiap tetes air yang jatuh ke bumi, mungkin punya kisahnya sendiri..
-14108-
at
11:08
Ingin rasanya tertawa, ingat kekonyolan kita berdua. Sudah ku bilang dari pertama, lebih baik berteman saja. Tapi kau tetap memaksa, sampai terjadi satu bencana. Kita tak saling menyapa, tak lagi duduk bersama,apalagi mesti bercanda.. ha..ha..ha..
Waktu mengubah beberapa hal utama dalam hidup manusia. Lebih dewasa lebih bijaksana. Lihat! Kita sekarang duduk bersama, saling menyapa, saling bicara, bahkan mulai tukar cerita, setelah bertahun tak berjumpa.
Aku temukan kembali teman lama, seseorang yang bisa jadi penyangga, saat hidupku terlunta, saat ku jatuh dan merana..
4 a person who always treats me nicely..
-1418-
at
11:05
Semua jadi tua, meski tak berarti jadi dewasa. Semua berbuat kesalahan meski tak selalu meminta ampunan. Wajahmu sudah terlalu lelah untuk sembunyikan semua resah, karena ingin tutupi rasa bersalah. Kehidupan tak pernah lagi sama, seperti sebelum kau berdiri di simpang jalan. Seribu tanya menghampiri, tuntut penjelasan atas semua yang terjadi. Tapi tak ada satu jawaban pun yang pasti, mengingat hidup memang misteri. Lalu untuk apa paksakan kebenaran atas sesuatu yang mungkin tak pernah terjadi? Waktu terus berlari, perlahan sembuhkan luka di hati. Hingga tak terasa lagi perih menggelayuti. Seperti layaknya hujan yang menyirami tanaman kering. Membuka pintu maaf ternyata memang tenangkan jiwa. Berikan cahaya di ruang hati tergelap dan pulihkan jiwa yang compang camping. Melihat ke belakang lagi? Aku rasa tak perlu. Aku berhenti cari jawaban karena terlalu banyak kemungkinan yang bisa buat kepalaku pecah.
-1418-
at
11:00
Kenapa kadal? karena belum selevel buaya he..he..
The "N"
tak pernah ada penantian, karena kita segera buat pilihan
untuk saling meninggalkan, untuk saling melupakan
tak pernah ada perjuangan, semua hanya penyerahan, tanpa perlawanan
tak pernah ada harapan, untuk kembali berhadapan
karena lebih baik hindarkan, terjadinya sebuah kesalahan
toh ini pilihan.. dan sudah jadi kenyataan..
Curiosity Hit Me
aku luruh dalam dekapan seseorang yang ku sebut teman
lama ku simpan perasaan yang buatku tak nyaman saat bersinggungan
kadang menjauh tanpa alasan, kadang mendekat usik pikiran
aku bingung dimana harus berjalan, pisahkan harapan dari kenyataan
suatu hari ia pergi, seperti dugaan aku berlari
telah ku coba menahan diri, tapi aku sudah tak tahan lagi
tapi entah apa yang cegah lidah, luapkan segala resah gelisah
aku tetap gagah, walau ku tahu hatiku mulai terbelah
kau tampak tahu arti sinar mataku, cuma aku yang tak pernah tahu
apa yang sebenarnya kau mau.. ini gak adil buatku
pernah ku coba datang, kembalikan ingatan yang pernah hilang
tapi tampaknya buat mu semua sudah usang
kau sudah bisa bersenang-senang
ku urungkan semuanya, ku rasa tak kan berguna
toh mungkin buatmu aku tak pernah ada
walau ku masih punya seribu tanya..
4 someone unpredictable
I’ll never be able to read your mind
BlaNK
Kau adalah ruang hampa
Saat suara tak berarti bicara
Saat tatapan tak cerminkan rasa
Meski duduk berdua
Layaknya sepasang jiwa sedang bercengkerama
Tapi semua seperti tak nyata
Karena ku masih mencari dimana cinta berada
Tak sebersit pun ku rasa dia
Tak sedikit pun ku ingat dia
Layaknya dua manusia bertemu di simpang jalan
Kemudian memilih jalan berbeda
Cinta?? mungkin hanya singgah sekejap mata
CrockY
Sesaat dia hadir penuhi angan, tumbuhkan asa, dan sesakkan dada
selintas ku tangkap matanya memandangku dalam
sesaat ku rasakan tangannya membelai pundakku hangat
ku coba tatap matanya
tembus ruang hampa yang tak mampu diungkap kata
tapi aku hanya bisa alihkan pandanganku menjauh
aku tak tau apa ini bagian dari awal rasa cinta
atau puncak frustasi saat tak tau kemana cinta akan bermuara
lelah.. takut.. sepi.. sendiri
ku beranikan ungkap semua
walau ku tau ada yang salah dengan itu
ku ingin selesaikan semua
walau aku tak tahu pasti
akankah sesederhana ini…
-1418-