Seperti ini rasanya melolong lagi di tengah malam yang hening dan dingin. Tak ada air mata yang berhasil diteteskan, hanya nyeri yang nyata-nyata terasa. Semua organmu berfungsi normal, hanya ada nyeri tak terjelaskan yang bermula dari dada dan langsung melumpuhkan dalam satu kali serangan.
Mengapa dada sangat identik dengan cinta? Mengapa cinta identik dengan nyeri, air mata, meski kita tak bisa menepis bahagia yang dibawanya? Mengapa kehadirannya membuatmu merasa normal dan kehilangannya membuatmu lumpuh tak berdaya? Mengapa saat bicara cinta tak banyak orang yang mengerti rasanya, apakah mereka tidak pernah jatuh cinta? Atau cinta hanya menyerang dan melumpuhkan logika kita ?
Cinta yang menguatkan kita. Cinta yang membuat kita putus asa. Aku tak ingin mempersalahkan siapa-siapa. Tidak aku, kau, mereka, juga cinta.. *Kita akan baik-baik saja.. :)

pic: principalspage.com
1 comments:
kesepian...
kesepian...
kesepian...
Posting Komentar