Lebaran ke Kuburan

15.11.07

Panas menyengat.. Tampak tak ada awan di atas kepala, yang tutupi matahari hingga panasnya hanya terasa hangat..
Ini kuburan.. rumah masa depan..
Berjalan di sela-sela nisan kepalaku mulai berangan. Aku pun akan ada di dalam sana tapi entah kapan, sementara di luar sana dunia masih berputar dan orang-orang masih sibuk mengejar angan-angan.. Hiruk pikuk..
Betapa semua memang masalah relativitas..
Di atas bumi orang berlomba mengejar waktu yang tampak tak pernah cukup untuk penuhi semua ambisi.. materi.. 24 jam sehari hanya terasa bagai selintas cahaya matahari, tapi untuk mereka di sini mungkin sangatlah lama menunggu berakhirnya hari..
Apa dunia mungkin memang hanya ilusi? Tapi bukankah hidup harus diperjuangkan di satu sisi? Sebelum kita masuk ke perut bumi..
Konyol..
aku putus asa, mungkin sempat ingin hilangkan nyawa.. Dunia tak ubah seperti neraka.
Tapi melihat kehidupan dari sini aku rasakan ada keindahan di seberang jalan sana.. Di tempat manusia berlomba demi sesuap kehidupan..
Aku masih ingin rasakan hembusan angin di wajah lelahku, rasakan air mata mengalir di mata sayuku, saat pedih sudah tak mampu ditahan raga.
Aku masih ingin rasakan manisnya buah yang buat Adam & Hawa turun ke dunia..
Aku masih ingin makan apa pun yang bisa ku telan. Hidupku masih terlalu indah untuk diakhiri dan hanya seolah bisa nonton tv dari kuburan ini. Melihat yang hidup berkejaran dengan hari..
Tuhan aku masih belum mau mati, masih ingin rasakan manisnya Idul Fitri sampai bertahun-tahun lagi. Mungkin satu kali dalam setahun aku akan datang ke sini.. sebentar menyepi, tuk resapi betapa masih indahnya hidup yang Kau beri.. Betapa masih banyak orang yang ku sayangi dan hidupnya masih ingin ku iringi.
Jangan ambil aku tahun ini..
-151107-

1 comments:

Tatsuokita mengatakan...

sisi lain dari dzikrul maut :)

Posting Komentar