Kau berkata, aku selalu berada di bibir jurang dan merasa aman. Lalu aku merasa melompat ke dalamnya. Aku sering tak mampu berkata-kata saat kita bertatap muka. Aku larut dalam diamku dan percaya semua baik-baik saja. Atau aku terlalu sibuk memikirkan pertengkaran berikutnya..
***
Ku benamkan wajah dalam-dalam. Hingga terdesak ke dalam bantal. Atau aku mencari sudut untuk berlutut. Kemudian semua tumpah, tak terkatakan. Hanya ada sakit yang melumpuhkan.. Dan aku tetap terpaku..diam..membisu. Mengapa aku terus membeku di situ.
BDL, June 2011
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu