Hallo..
Beberapa malam yang lalu, saya nonton film "The Reader", so drama... Filmnya lambat tapi dahsyat. Membuat saya berpikir, betapa tidak adilnya sebuah kepergian tanpa kata-kata. Untuk yang pergi seakan semua biasa saja, beralasan bahwa 'tanpa kata-kata' adalah cara terbaik untuk pamit. Untuk yang ditinggalkan, berteriak, menangis, tak akan lagi membuatnya kembali. Mencari? Harus mencari kemana? Mungkin memang ia ingin pergi, mungkin ia tak ingin bersama saya lagi. Dan ia sudah pergi..
Karena tak ingin menjadi seorang pecundang, maka bunuh diri bukanlah solusi. Menjalani hidup hari demi hari, senormal mungkin, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan. Relasi baru pun dijalani, meski semua tak terasa sama lagi.
Seseorang datang mengisi hati, meskipun hanya beberapa hari, ia mampu memberikan terang yang abadi. Tapi perpisahan sungguh menyesakkan, tanpa kata-kata, tanpa suara, tanpa selembar kertas yang bisa dibaca.. When someone left a big hole inside our heart.. Usually it's not been healed by times.. waktu hanya meringankan.. tapi semua tak pernah sama.. :)
Belajar, Tumbuh, dan Berproses
6 tahun yang lalu