Kenangan, Teman & Kehilangan

15.11.07

Putaran waktu tampak dengan mudah menghempaskan semua kenangan seperti angin puyuh hempaskan tempat kehidupan yang dibangun dengan cinta. Teman, perlahan hilang tenggelam didera arus kehidupan yang tampak sulit untuk ditaklukkan. Pencarian, masih dilakukan, meski akal berkata bahwa penemuan pun tak lagi akan membuat semua sama, seperti sebelum kita putuskan untuk menempuh jalan berbeda..
Namun hari ini..
Setelah bertahun berlalu, aku masih bisa rasakan hangatnya pelukanmu dan pedihnya sebuah tangisan perpisahan, saat air matamu mengalir deras di pundakku.
Kehilangan.. belaian hangat yang biasanya menghujani kepalaku, meski saat aku hanya bisa melakukan kebodohan. Tatapan hangat yang sampai sekarang belum bisa ku definisikan apa namanya. Ada persimpangan antara sayang dan cinta. Aku pernah berdiri di antaranya dan hanya bisa lepaskan semua.
Tak terganti..
Betapa pun gemerlap & hingar bingarnya kehidupan setelah aku dan kamu tak lagi bersama, masih ada asa tersisa, tentang kita. Tentang perasaan yang dulu pernah ada. Tentang luka, tentang putus asa, saat aku sadar bahwa kita tak pernah punya ......
I am a desperate friend
Aku gak pernah benar-benar tau apa yang sebenarnya terjadi. Yang ku tahu seiring perjalanan usia, tempaan yang diberikan kehidupan untukmu mungkin tak mudah lagi untuk kau tahan. Tapi yang masih tak ku mengerti, kenapa hampir semua orang semakin jauh berlari? Seperti putuskan untuk hidup sendiri.
Jarak?? Tampaknya bukan sebuah alasan untuk memutuskan kontak, karena berkat kecanggihan teknologi kamu dan aku masih bisa ucapkan salam setiap hari, meski kamu ada di kutub utara atau kutub selatan. Kamu dan aku cukup duduk di depan layar dengan ukuran beberapa inchi.
Ataukah kesunyian adalah salah satu pengiring kedewasaan?? Atau memang ruang kehidupan menyempit seiring perjalanan usia? Atau pilihan hidup dan pilihan pasangan hidup begitu dahsyatnya mengungkung jiwa? Batasi relasi, batasi keinginan, hapuskan kenangan, bahkan dengan mudahnya melempar semua ke pembuangan sampah??
Aku bener2 gak ngerti..
Buat semua orang yang pernah merasa kehilangan teman tanpa alasan yang jelas. Would you mind to share your story?
-151107-

Lebaran ke Kuburan

Panas menyengat.. Tampak tak ada awan di atas kepala, yang tutupi matahari hingga panasnya hanya terasa hangat..
Ini kuburan.. rumah masa depan..
Berjalan di sela-sela nisan kepalaku mulai berangan. Aku pun akan ada di dalam sana tapi entah kapan, sementara di luar sana dunia masih berputar dan orang-orang masih sibuk mengejar angan-angan.. Hiruk pikuk..
Betapa semua memang masalah relativitas..
Di atas bumi orang berlomba mengejar waktu yang tampak tak pernah cukup untuk penuhi semua ambisi.. materi.. 24 jam sehari hanya terasa bagai selintas cahaya matahari, tapi untuk mereka di sini mungkin sangatlah lama menunggu berakhirnya hari..
Apa dunia mungkin memang hanya ilusi? Tapi bukankah hidup harus diperjuangkan di satu sisi? Sebelum kita masuk ke perut bumi..
Konyol..
aku putus asa, mungkin sempat ingin hilangkan nyawa.. Dunia tak ubah seperti neraka.
Tapi melihat kehidupan dari sini aku rasakan ada keindahan di seberang jalan sana.. Di tempat manusia berlomba demi sesuap kehidupan..
Aku masih ingin rasakan hembusan angin di wajah lelahku, rasakan air mata mengalir di mata sayuku, saat pedih sudah tak mampu ditahan raga.
Aku masih ingin rasakan manisnya buah yang buat Adam & Hawa turun ke dunia..
Aku masih ingin makan apa pun yang bisa ku telan. Hidupku masih terlalu indah untuk diakhiri dan hanya seolah bisa nonton tv dari kuburan ini. Melihat yang hidup berkejaran dengan hari..
Tuhan aku masih belum mau mati, masih ingin rasakan manisnya Idul Fitri sampai bertahun-tahun lagi. Mungkin satu kali dalam setahun aku akan datang ke sini.. sebentar menyepi, tuk resapi betapa masih indahnya hidup yang Kau beri.. Betapa masih banyak orang yang ku sayangi dan hidupnya masih ingin ku iringi.
Jangan ambil aku tahun ini..
-151107-